Lelang Pasar Induk Kubu Raya Dimulai 2027

Pasar induk

PONTIANAK, borneoreview.co – Pemerintah pusat memastikan pembangunan Pasar Induk Kubu Raya memasuki tahap lelang pada awal 2027 setelah Pemkab Kubu Raya memperjuangkan proyek tersebut.

“Kami sudah melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Pekerjaan Umum di Jakarta, bersama Sekda Kubu Raya Yusran Anizam, kepala perangkat daerah terkait, dan sejumlah anggota DPRD Kubu Raya. Dalam pertemuan yang diterima Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Kuswara tersebut, Pemkab Kubu Raya menyampaikan pematangan dan penajaman rencana pembangunan pasar induk,” kata Bupati Kubu Raya Sujiwo, Kamis (1/10).

Dalam kesempatan tersebut pihaknya menyampaikan proses pematangan dan penajaman berkaitan dengan rencana pembangunan pasar induk.

Sujiwo mengatakan kepastian lelang dari pemerintah pusat menjadi kabar baik bagi Kubu Raya karena proses pembangunan pasar induk yang selama ini diperjuangkan pemerintah daerah akan memasuki tahapan konkret.

“Alhamdulillah tadi sama-sama kita mendengar bahwasanya berkaitan dengan pembangunan pasar induk dipastikan di awal tahun sudah akan dilakukan lelangnya,” tuturnya.

Dengan adanya kepastian tersebut, Sujiwo berharap Kabupaten Kubu Raya dapat memiliki pasar induk yang representatif untuk mendukung aktivitas perdagangan dan perekonomian masyarakat.

“Artinya sudah ada kepastian bahwasanya Kabupaten Kubu Raya tahun depan sudah memiliki pasar induk yang sangat representatif,,” kata dia.

Menurut Sujiwo, kepastian pembangunan tersebut merupakan hasil perjuangan bersama antara pemerintah daerah dan DPRD Kubu Raya, disertai komunikasi intensif dengan pemerintah pusat.

“Ini tentunya berkat doa dan perjuangan baik teman-teman pimpinan dan anggota DPRD, maupun saya, Pak Wabup, Pak Sekda, dan perangkat-perangkat daerah terkait,” tuturnya.

Sujiwo mengatakan dirinya bersama jajaran Pemkab Kubu Raya akan terus memperjuangkan dukungan pemerintah pusat untuk berbagai program pembangunan daerah. Ia mengibaratkan upaya tersebut sebagai aktivitas “ngamen”.

“Ini yang selalu saya katakan bahwasanya kami tidak akan pernah lelah untuk terus ‘ngamen’. Jadi ini saya ke sini dalam rangka ngamen bersama teman-teman,” ucapnya.

Ia menjelaskan istilah “ngamen” tersebut merupakan cara untuk menggambarkan kegigihan pemerintah daerah mencari dukungan anggaran dan program pembangunan dari pemerintah pusat untuk kemudian diwujudkan bagi kepentingan masyarakat.

“Ngamen cari uang, kemudian kita wujudkan dengan program, kemudian kita aplikasikan di kabupaten kita,” jelasnya.

Sujiwo berharap seluruh tahapan pembangunan Pasar Induk Kubu Raya berjalan sesuai rencana sehingga fasilitas tersebut nantinya dapat menyediakan ruang perdagangan yang lebih representatif bagi masyarakat dan pelaku usaha.(Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *