PONTIANAK, borneoreview.co – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, menyiapkan dua lokasi alternatif untuk pembangunan Sekolah Rakyat setelah sejumlah lahan sebelumnya tidak lolos survei karena kondisi gambut.
“Beberapa kali gagal kita menyiapkan lahan untuk Sekolah Rakyat. Dan kita masih terus akan berjuang supaya Kubu Raya bisa mendapatkan plotting untuk Sekolah Rakyat,” kata Bupati Kubu Raya Sujiwo di Sungai Raya, Kamis (1/10/2026).
Sujiwo mengatakan dua lokasi yang kini dipersiapkan berada di Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, dan Kecamatan Kuala Mandor B. Keduanya dinilai memiliki karakteristik gambut yang lebih tipis.
Dia mengatakan, dalam pertemuan dengan Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Leontinus Alpha Edison di Jakarta pada Selasa (29/9), Sujiwo membahas percepatan rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kubu Raya.
Menurut Sujiwo, pemerintah kabupaten bersama DPRD dan perangkat daerah terkait telah memetakan kembali sejumlah lokasi potensial. Upaya tersebut dilakukan setelah beberapa lahan yang sebelumnya disiapkan, tidak memenuhi persyaratan berdasarkan hasil survei.
Ia menyebut Desa Durian dan Parit Deraba tidak lolos survei, sedangkan lokasi Parit Kodim juga diperkirakan menghadapi kendala karena ketebalan gambut.
“Maka kita ada di Kuala Dua dan di Kuala Mandor B. Insyaallah gambutnya tipis. Kami berharap mudah-mudahan bisa lolos survei,” tuturnya.
Sementara itu, Leontinus Alpha Edison menegaskan pemerintah pusat memberikan perhatian terhadap pembangunan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat miskin dan tidak mampu.
“Sekolah Rakyat ini luar biasa mulia. Targetnya hanya untuk masyarakat miskin, yang tidak mampu. Secara prinsip, pasti Pak Presiden ingin mendorong didirikan sebanyak-banyaknya Sekolah Rakyat di berbagai tempat di seluruh Indonesia, termasuk di Kubu Raya,” terang Leontinus.
Menurut dia, karakteristik wilayah Indonesia yang beragam membuat pembangunan Sekolah Rakyat membutuhkan pendekatan teknis sesuai kondisi daerah. Ia menilai Kubu Raya memiliki sumber daya lokal yang memahami karakteristik wilayah sehingga dapat menjadi modal untuk mempercepat realisasi program.
“Sudah banyak local champion, orang-orang di Kubu Raya yang sudah sangat mengerti bagaimana membangun secara teknis dan merealisasikan Sekolah Rakyat,” tuturnya.
Leontinus mengatakan Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat akan membantu mengoordinasikan Pemkab Kubu Raya dengan Kementerian Sosial, Kementerian Pekerjaan Umum, dan instansi terkait lainnya.
“Harapan kami adalah kami bisa membantu teman-teman dari Kubu Raya untuk mengoordinasikan dengan Kementerian Sosial, dengan Kementerian PU, dan instansi terkait lainnya agar realisasi ini bisa cepat terlaksana,” ucapnya.
Ia menjelaskan pelaksanaan Sekolah Rakyat berada di bawah Kementerian Sosial, sedangkan koordinasi di lingkungan Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat dilakukan deputi terkait bersama jajarannya.
“Kami sudah berkomitmen agar segera didiskusikan, kita rapatkan untuk memutuskan baik itu secara konsep dan secara teknis, lokasi dan apa yang harus dilakukan sehingga kita bisa merealisasikan Sekolah Rakyat di Kubu Raya dengan lebih cepat dan lebih baik,” jelasnya.(Ant)
