Karhutla Ancam Habitat Orangutan, Menhut: Kawal Area Ini

orangutan

JAKARTA, borneoreview.co – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meminta patroli terus dilakukan untuk memastikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Berau, Kalimantan Timur tidak mengancam habitat orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) di wilayah tersebut.

Melansir Antara, Kamis (27/8/2026), Menhut dalam keterangan resminya mengatakan, selain mencegah dampak terhadap kesehatan masyarakat, kawasan yang menjadi habitat orangutan juga perlu dijaga agar tidak terdampak karhutla.

“Hari ini saya datang ke Berau untuk memastikan bahwa karhutla tidak hanya berdampak negatif kepada masyarakat, tapi juga jangan sampai berdampak negatif terhadap satwa liar kita, terutama orangutan yang menjadi kebanggaan Kalimantan Timur, Berau, bahkan dunia,” katanya, Rabu kemarin.

Menhut Raja Antoni pun meminta agar kawasan habitat orangutan dikawal dari ancaman karhutla.

“Kita juga harus kawal area ini dari karhutla dengan patroli rutin,” tuturnya.

Menhut Raja Juli Antoni memastikan bahwa pemerintah saat ini terus berupaya mengantisipasi, mencegah, dan melakukan pemadaman karhutla.

Pemerintah Indonesia secara khusus menaruh perhatian serius terkait kondisi cuaca tahun ini karena fenomea El Nino datang lebih cepat dengan skala yang sangat kuat menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Fenomena iklim itu menyebabkan kondisi musim kemarau yang lebih kering dibandingkan periode sebelumnya.

“Kita tahu bahwa karhutla yang terjadi pada tahun ini karena perubahan iklim yang luar biasa. Biasanya El Nino itu datangnya 4 tahun sekali, yang paling kita catat itu 2015, lompat 4 tahun 2019, lalu 2023. Mestinya baru tahun depan El Nino ini datang, tapi perubahan iklim itu riil,” ujarnya.

Mengingat kondisi tersebut dan menghadapi potensi karhutla, dia memastikan bahwa tidak hanya masyarakat tapi perlindungan satwa liar menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla yang dilakukan oleh pemerintah.

Dalam kesempatan itu, Menhut Raja Antoni juga diketahui menyiapkan area preservasi koridor orangutan lanskap Keraitan untuk menyelamatkan habitat orangutan.

Hal ini dilakukan bersama dengan Pusat Rehabilitasi Satwa (PRS) Long Sam yang dikelola oleh Conservation Action Netwok (CAN) dan mitra konservasi lainnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *