PONTIANAK, borneoreview.co – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menegaskan komitmennya untuk mempercepat pelaksanaan berbagai program prioritas yang Presiden RI, meskipun sejumlah kendala teknis masih dihadapi di tingkat daerah, terutama terkait penyediaan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
“Kemarin kita mengikuti rakor regional terkait implementasi sepuluh program direktif Presiden RI yang menjadi pekerjaan rumah kita bersama dengan segala macam permasalahannya. Di rakor ini disampaikan dari semua daerah bagaimana dinamika di lapangan,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Kubu Raya, Yusran Anizam, di Sungai Raya, Jumat, (12/6/2026).
Menurut Yusran, forum yang diikuti pemerintah daerah dari berbagai wilayah tersebut menjadi wadah penting untuk mengevaluasi perkembangan implementasi program strategis nasional sekaligus mencari solusi atas berbagai hambatan yang muncul di lapangan.
Ia mengatakan, setiap daerah memiliki tantangan yang berbeda dalam menjalankan program prioritas pemerintah pusat. Karena itu, koordinasi antardaerah dan pemerintah pusat diperlukan agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Dia mengatakan, melalui forum tersebut pemerintah daerah dapat memperoleh gambaran mengenai berbagai strategi yang diterapkan daerah lain dalam menyelesaikan persoalan yang menghambat pelaksanaan program prioritas nasional.
Yusran menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mendukung penuh agenda pembangunan yang menjadi prioritas presiden dan akan terus melakukan percepatan agar manfaat program dapat segera dirasakan masyarakat.
Namun demikian, ia mengakui masih terdapat beberapa tantangan yang membutuhkan perhatian khusus, salah satunya terkait realisasi program Sekolah Rakyat yang menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Hingga saat ini, kata dia, usulan lokasi yang diajukan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya untuk pembangunan Sekolah Rakyat belum memperoleh persetujuan karena dinilai belum memenuhi kriteria yang ditetapkan.
“Kita juga di Kubu Raya, contoh terkait Sekolah Rakyat, kita belum bisa mendapatkan lahan yang disetujui. Walaupun kita sudah mengusulkan enam lokasi, tapi belum ada yang cocok. Nah, kita akan terus secepatnya mencari lokasi yang pas untuk Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Yusran menjelaskan, pemerintah daerah tidak akan berhenti pada enam lokasi yang telah diusulkan sebelumnya. Pihaknya akan terus melakukan identifikasi dan evaluasi lahan potensial agar program tersebut dapat segera direalisasikan di Kabupaten Kubu Raya.
Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat memiliki peran penting dalam mendukung pemerataan akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Karena itu, Pemkab Kubu Raya berupaya memastikan seluruh persyaratan yang ditetapkan pemerintah pusat dapat dipenuhi agar program tersebut dapat berjalan sesuai rencana.
Selain membahas Sekolah Rakyat, rakor regional juga mengevaluasi pelaksanaan berbagai program direktif Presiden lainnya yang menjadi prioritas pembangunan nasional, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Yusran berharap hasil koordinasi dan evaluasi tersebut dapat mempercepat penyelesaian berbagai kendala yang dihadapi daerah sehingga implementasi program-program strategis nasional berjalan lebih optimal.
“Yang terpenting adalah bagaimana seluruh program yang menjadi prioritas pemerintah pusat dapat segera terlaksana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Untuk itu, kami akan terus berkoordinasi dan melakukan percepatan terhadap berbagai hal yang masih menjadi kendala,” katanya.
Melalui langkah percepatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berharap berbagai program prioritas nasional dapat menjadi pengungkit pembangunan daerah sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan yang telah ditetapkan pemerintah pusat.(Ant)
