PONTIANAK, borneoreview.co – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Museum Provinsi Kalimantan Barat mengusulkan revitalisasi museum dengan mengintegrasikan pembenahan fisik dan teknologi imersif untuk meningkatkan pengalaman masyarakat dalam mengenal seni dan budaya daerah.
Melansir Antara, Rabu (14/10/2026), Kepala UPT Museum Provinsi Kalbar, Meidy Vinandar Pratama, di Pontianak mengatakan usulan tersebut telah disampaikan kepada Kementerian Kebudayaan sebagai upaya mengembangkan museum agar lebih menarik dan mampu menjawab kebutuhan pengunjung.
“Kami mengusulkan revitalisasi yang tidak hanya menyangkut pembangunan fisik, tetapi juga dukungan teknologi, termasuk teknologi imersif,” katanya, Selasa kemarin.
Menurut dia, pemanfaatan teknologi dapat menghadirkan pengalaman interaktif bagi masyarakat dalam mempelajari koleksi museum serta kekayaan sejarah dan budaya Kalimantan Barat.
Namun, pihaknya mendapat informasi bahwa usulan revitalisasi tersebut kemungkinan belum dapat direalisasikan tahun ini akibat kebijakan efisiensi anggaran di tingkat pusat maupun daerah.
“Kami mendapat informasi bahwa karena efisiensi anggaran di pusat dan daerah, usulan ini kemungkinan masih tertunda tahun ini. Kami akan terus mendorong agar bisa ditindaklanjuti pada tahun berikutnya,” ujarnya.
Pihaknya akan kembali mengupayakan usulan tersebut agar pengembangan museum dapat dilakukan melalui pembenahan fasilitas fisik maupun pemanfaatan teknologi pendukung.
Ia berharap, pendekatan yang lebih interaktif dapat menjadikan museum sebagai ruang pembelajaran yang menarik bagi berbagai kelompok pengunjung, termasuk generasi muda.
Selain pengembangan museum, upaya memperluas akses masyarakat terhadap seni dan budaya juga dilakukan melalui kegiatan seni, seperti Rentak Kapuas Festival, yang menjadi ruang bagi generasi muda untuk menampilkan karya dan mengembangkan kreativitas.
Kepala UPT Taman Budaya Kalbar Gabriel Manuel mengatakan festival seni tahunan tersebut akan terus dikembangkan melalui inovasi kegiatan dan perlombaan agar semakin menarik minat masyarakat.
Dia menjelaskan kegiatan seni tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga wadah bagi seniman muda untuk menunjukkan kemampuan, memperoleh pengalaman, dan meraih prestasi.
Melalui pengembangan museum dan penyelenggaraan festival seni, pihaknya berharap, akses masyarakat terhadap pengetahuan budaya semakin luas sekaligus mendorong kreativitas generasi muda.***
