BENGKAYANG, borneoreview.co – Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis mengatakan, nilai-nilai Pancasila menjadi fondasi penting dalam memperkuat nasionalisme masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia, khususnya di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.
“Bengkayang merupakan salah satu kabupaten strategis di Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia, sehingga memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di kawasan perbatasan,” ujarnya, saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Halaman Kantor Bupati Bengkayang, Senin (1/6/2026).
Bupati yang juga membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, menekankan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum memperkuat ideologi bangsa di tengah dinamika global.
“Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia,” ujarnya.
Bupati menegaskan nilai Pancasila menjadi fondasi kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif, sekaligus instrumen moral dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman, termasuk di wilayah perbatasan yang rentan terhadap pengaruh luar.
Nilai musyawarah dan mufakat dinilai menjadi kekuatan bangsa dalam menjaga stabilitas sosial, termasuk di daerah perbatasan yang memiliki kompleksitas interaksi masyarakat lintas negara.
Selain itu, generasi muda di wilayah perbatasan diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam mengamalkan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan arus informasi global.
Bengkayang sebagai daerah perbatasan dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga semangat kebangsaan agar tetap kuat di tengah dinamika kawasan lintas batas.(Ant)
