BENGKAYANG, borneoreview.co – Pemerintah Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat bersama Tim Penggerak PKK, kelompok tani, dan Program Kerja Pokja III PKK melakukan panen raya jagung.
Melansir Antara, Sabtu (6/6/2026), panen raya jagung ini adalah usaha untuk terus memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan lahan pertanian dan pekarangan.
Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis mengatakan, panen raya jagung tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, kelompok tani, kader PKK dan masyarakat mampu mendukung kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Panen raya jagung ini bukan sekedar simbol keberhasilan produksi pertanian,” ujarnya saat kegiatan Panen Raya Jagung yang disinergikan dengan Program Kerja Pokja III PKK di Bengkayang, kemarin.
“Tetapi juga bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan organisasi kemasyarakatan mampu memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Menurut dia, jagung merupakan salah satu strategi komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
Oleh karena itu, peningkatan produksi jagung perlu terus didorong melalui optimalisasi lahan, penerapan teknologi pertanian yang tepat serta penguatan kapasitas petani agar hasil produksi semakin meningkat.
Bupati menilai keterlibatan PKK melalui Pokja III memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga, terutama melalui pemanfaatan pekarangan rumah dan pengembangan usaha produktif berbasis rumah tangga.
“PKK turut berkontribusi dalam membangun kemandirian pangan keluarga sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat melalui berbagai program yang dijalankan,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk mengembangkan pertanian berbasis keluarga dan masyarakat sehingga mampu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah.
Bupati Bengkayang menegaskan pemerintah daerah akan terus mendukung sektor pertanian melalui penyediaan sarana dan prasarana, pendampingan teknis, akses permodalan hingga pengembangan hilirisasi produk pertanian.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus memperkuat posisi petani sebagai pelaku utama pembangunan ekonomi daerah.
Sementara itu, Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK (TP PKK) Provinsi Kalimantan Barat Donata Dirasig Krisantus Kurniawan mengatakan, panen raya jagung menjadi bukti bahwa gerakan PKK tidak hanya sebatas kegiatan administratif, tetapi mampu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurut dia, ketahanan pangan merupakan fondasi penting pembangunan keluarga yang harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni rumah tangga.
“Melalui program pemanfaatan lahan pekarangan dan pengembangan pangan lokal, kata dia, keluarga dapat memenuhi sebagian kebutuhan pangannya secara mandiri sekaligus meningkatkan kualitas gizi keluarga,” ujarnya.
Ia menilai komoditas jagung memiliki manfaat yang tidak hanya berdampak pada perekonomian masyarakat, tetapi juga mendukung upaya penyediaan gizi dan pencegahan stunting.
“Jagung memiliki kandungan karbohidrat, serat dan vitamin yang baik untuk mendukung mencukupi gizi keluarga, terutama bagi anak-anak,” katanya.
Selain mendukung ketahanan pangan, dia juga mendorong masyarakat untuk mengembangkan produk makanan berbahan dasar jagung agar memiliki nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi.
Pengembangan produk turunan seperti tepung jagung, makanan ringan dan berbagai olahan lainnya diharapkan dapat membuka peluang usaha baru bagi kelompok wanita tani dan pelaku usaha mikro di pedesaan.***
