Pemkab Kubu Raya Mantapkan Pembangunan Pasar Induk Modern

Pasar Induk Modern

PONTIANAK, borneoreview.co – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat memantapkan rencana pembangunan pasar induk modern sebagai pusat pergerakan ekonomi daerah yang terintegrasi dan berdaya saing.

“Setelah kita melakukan identifikasi di lapangan, hari ini kita lakukan penajaman atau justifikasi teknis. Beberapa poin sudah disepakati secara detail, bahkan saya melihat perencanaannya sudah sangat matang,” kata Bupati Kubu Raya Sujiwo di Sungai Raya, Selasa (21/4/2026).

Pihaknya telah melakukan penajaman akhir terhadap berbagai aspek teknis pembangunan pasar induk yang akan diusulkan melalui skema pendanaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Ia menjelaskan rencana pembangunan pasar induk tersebut telah mencakup kebutuhan pedagang yang ada saat ini sekaligus mengakomodasi penambahan kapasitas baru.

“Pedagang eksisting semuanya terakomodasi, bahkan masih ada tambahan sekitar 50 pedagang dari luar,” katanya.

Selain aspek teknis, Sujiwo juga mengungkapkan identitas pasar induk yang akan dibangun dengan nama Pasar Induk Melati (PIM) sebagai ikon baru ekonomi Kubu Raya.

Ia mengharapkan penamaan tersebut mampu menjadi simbol pusat perdagangan modern yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia mengatakan setelah proses justifikasi teknis rampung, sekretaris daerah akan mengoordinasikan seluruh perangkat daerah terkait guna memastikan kesiapan administrasi dan teknis.

“Nanti Pak Sekda akan mengorkestrasi perangkat daerah, mana yang sudah siap, mana yang belum, serta kapan seluruh kebutuhan itu harus dituntaskan,” katanya.

Pembangunan pasar induk ini diharapkan menjadi pusat distribusi barang dan jasa yang mampu meningkatkan efisiensi perdagangan, memperkuat konektivitas ekonomi lokal, serta mendorong kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kubu Raya.(Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *