PONTIANAK, borneoreview.co – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memberikan kemudahan ekspor ikan arwana super red asal Kalimantan Barat guna memperluas pasar internasional dan meningkatkan kesejahteraan para pembudidaya lokal.
“Insyaallah nanti kita akan membuat regulasi yang memudahkan bapak/ibu sekalian untuk mengekspor ke luar negeri. Prinsip saya, kalau bisa dipermudah, kenapa harus dipersulit,” kata Ria Norsan di Pontianak, Kalbar, Senin (25/5/2026).
Norsan menjelaskan, regulasi tersebut diharapkan mampu memangkas proses birokrasi yang selama ini dinilai cukup panjang dan berdampak pada tingginya biaya ekspor.
Selain mempermudah administrasi dan prosedur pengiriman, kebijakan tersebut juga diarahkan untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan terhadap komoditas unggulan Kalimantan Barat di pasar internasional.
Ia menilai tingginya permintaan pasar luar negeri, terutama dari negara-negara Asia seperti China, menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan secara optimal oleh para pembudidaya arwana di Kalbar.
“Melalui kemudahan ekspor ini, pemerintah berharap perdagangan arwana super red Kalbar semakin berkembang, mampu meningkatkan devisa negara, sekaligus mendorong kesejahteraan para pembudidaya lokal,” tuturnya.
Pada kesempatan itu Norsan menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia kegiatan APPS International Arowana Contest 2026 yang dilaksanakan di Gedung Pontianak Convention Center (PCC), Kota Pontianak,
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan skala yang lebih besar sehingga mampu menjadi agenda unggulan Kalimantan Barat di tingkat internasional sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai pusat arwana super red dunia.
Norsan menyampaikan kebanggaannya terhadap potensi besar Kalimantan Barat sebagai habitat asli ikan arwana super red atau yang dikenal masyarakat dengan sebutan ikan silok.
“Kita wajib bersyukur karena daerah kita diberikan kelebihan dibanding daerah lain. Di mana-mana memang ada arwana, tetapi tidak ada yang seindah di Kalimantan Barat. Ini merupakan karunia Tuhan Yang Maha Kuasa kepada kita semua,” katanya.
Menurutnya, kontes arwana tidak hanya menjadi ajang menampilkan keindahan ikan hias, tetapi juga memiliki nilai ekonomi strategis bagi daerah. Arwana yang berhasil meraih prestasi di tingkat internasional dinilai mampu meningkatkan nilai jual dan memperluas akses pasar global.
Sebagai bentuk dukungan terhadap para pembudidaya dan pelaku usaha arwana, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berencana menyusun regulasi yang mempermudah proses ekspor ikan silok ke luar negeri.(Ant)
