Pemprov Kalbar Perkuat UMKM dan Pariwisata sebagai Pilar Ekonomi

UMKM dan Pariwisata

PONTIANAK, borneoreview.co – Pemerintah  Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) memperkuat sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta pariwisata sebagai pilar pembangunan ekonomi daerah yang disinkronkan dengan berbagai program pemerintah guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen untuk terus mendorong penguatan UMKM dan sektor pariwisata sebagai salah satu pilar penting pembangunan ekonomi daerah,” kata Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kalbar Sugeng Hariadi di Pontianak, Selasa (12/5/2026).

Ia mengatakan penguatan sektor UMKM dan pariwisata dilakukan melalui berbagai kegiatan promosi budaya dan ekonomi kreatif, salah satunya melalui pelaksanaan Kalbar Food Festival dan Saprahan Khatulistiwa 2026.

Menurut dia, festival kuliner dan budaya tersebut menjadi sarana strategis dalam memperkenalkan kekayaan budaya lokal Kalimantan Barat agar semakin dikenal luas hingga mampu menembus pasar yang lebih besar.

Ia menjelaskan Kalimantan Barat memiliki potensi besar untuk berkembang melalui kekayaan budaya, kuliner khas daerah, serta keberagaman masyarakat yang menjadi daya tarik sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Pengembangan UMKM dan pariwisata memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar dia.

Namun demikian, Sugeng menegaskan pengembangan sektor tersebut tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri dan membutuhkan sinergi seluruh pihak.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dunia usaha, komunitas kreatif, pelaku UMKM hingga masyarakat luas dalam mengembangkan potensi daerah.

“Diperlukan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, Bank Indonesia, dunia usaha, komunitas kreatif, pelaku UMKM, hingga masyarakat luas agar seluruh potensi daerah dapat memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sugeng berharap semangat yang terbangun selama pelaksanaan Kalbar Food Festival dan Saprahan Khatulistiwa dapat terus berlanjut melalui inovasi dan peningkatan kualitas produk lokal.

Ia juga mendorong pelaku UMKM meningkatkan daya saing produk melalui inovasi, menjaga kualitas produk, memperluas promosi digital, serta memperkuat kecintaan masyarakat terhadap produk lokal Kalimantan Barat.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bank Indonesia, founder Kalbar Food Festival, seluruh panitia, sponsor, pelaku UMKM, komunitas, relawan, dan seluruh masyarakat yang telah mendukung dan menyukseskan Kalbar Food Festival ke-7 dan Saprahan Khatulistiwa 2026,” ujar dia

Menurut Sugeng, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi budaya dan kuliner daerah, tetapi juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pengembangan ekonomi daerah serta memperkuat sektor pariwisata berbasis budaya lokal.

Selain itu, festival tersebut dinilai menjadi ruang mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat di tengah keberagaman budaya yang dimiliki Kalimantan Barat.

Di akhir kegiatan, ia secara resmi menutup rangkaian Kalbar Food Festival ke-7 dan Saprahan Khatulistiwa 2026.(Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *