Perundingan IEU-CEPA, Potensi Ekspor Sawit 2 Kali Lipat ke Eropa

Ekspor sawit ke Eropa

JAKARTA, borneoreview.co – Hasil Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) membuka peluang ekspor sawit dua kali lipat lebih banyak ke Eropa.

Perundingan yang berlangsung hampir satu dekade itu menuju tahap penandatanganan dan ratifikasi yang menghapus hambatan tarif bea masuk. Aturan tarif selama ini salah satu yang menyulitkan Indonesia mengekspor sawit ke Eropa.

Penandatanganan kesepakatan IEU-CEPA diperkirakan terlaksana paling lambat akhir Oktober 2026. Sehingga hasil ratifikasi dan kesepakatan bisa terlaksana mulai Januari 2027.

Ekspor Sawit di Pangkalan Bun Mencapai Rp1,7 triliun

Kesepakat dalam IEU-CEPA salah satunya membahas pemenuhan syarat European Union Deforestation Regulation (EUDR). Syarat EUDR berdampak terhadap sejumlah komoditas perkebunan dan pertanian, termasuk sawit dan kopi.

Peraturan ini mensyaratkan produk sawit dan kopi Indonesia bukan berasal dari lahan perkebunan hasil perambahan hutan. Produk yang diekspor ke Eropa wajib memiliki sertifikat bebas deforestasi.

Hingga pertengahan 2026, nilai ekspor minyak sawit Indonesia ke negara-negara di Eropa tercatat sebesar US$1,51 miliar dengan volume 1,70 juta. Nilai itu tumbuh sekitar 12,74 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Pertagas Niaga Serap CBG Limbah Sawit Produksi PalmCo-reNIKOLA

Hasil perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) juga berdampak terhadap sejumlah peraturan lain seperti Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) yang berkaitan dengan produk baja.

Aturan-aturan tersebut pada prinsipnya berlaku bagi seluruh negara yang melakukan perdagangan dengan Uni Eropa, bukan hanya Indonesia.

Sejumlah produk manufaktur padat karya didorong untuk memanfaatkan peluang tersebut. Komoditas yang menjadi target antara lain pakaian jadi, tekstil, alas kaki, hingga produk elektronik.

 

 

One thought on “Perundingan IEU-CEPA, Potensi Ekspor Sawit 2 Kali Lipat ke Eropa”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *