Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Kerahkan Tim SAR Cari 240 POB

Basarnas

BANJARMASIN, borneoreview.co – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melaksanakan Operasi SAR hari pertama terhadap Kapal Virgo Transport 8 yang dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa, wilayah Provinsi Kalimantan Selatan.

Kapal dengan rute pelayaran Surabaya–Banjarmasin tersebut diketahui mengalami gangguan setelah laporan terakhir menyebutkan kapal menghadapi kondisi cuaca buruk. Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin menerima permintaan bantuan pencarian dan pertolongan dari pihak manajemen PT Virgo Transport pada Minggu (13/9) dini hari.

Hingga pukul 06.00 WIB, keberadaan kapal dan kondisi seluruh penumpang maupun awak kapal masih belum terkonfirmasi.

Virgo Transport 8 tercatat membawa 240 orang (POB) yang terdiri dari 210 penumpang dan 30 kru, serta mengangkut 89 unit kendaraan dengan berbagai jenis, mulai dari sepeda motor, kendaraan kecil, truk sedang, truk besar, tronton hingga trailer/alat berat.

Lokasi kontak terakhir kapal berada pada koordinat 04°31’51.82″ LS – 114°02’06.88″ BT dengan jarak sekitar 80 nautical mile dari Dermaga SAR Basirih. Posisi tersebut menjadi titik awal pencarian (initial datum), namun tidak menjadi satu-satunya fokus pencarian karena terdapat jeda waktu antara kontak terakhir dengan pelaksanaan operasi.

Berdasarkan hasil analisis Search and Rescue Mission Planning (SARMAP), area kemungkinan keberadaan kapal diprediksi bergerak ke arah barat–barat laut mengikuti pola pergeseran arus dan kondisi lingkungan laut.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin selaku Search Mission Coordinator (SMC) menetapkan strategi pencarian dengan konsep “Chase the drift, not just the datum”, yaitu pencarian mengikuti pola pergerakan kemungkinan objek berdasarkan prediksi drift, bukan hanya terpaku pada lokasi kontak terakhir.

Dalam operasi SAR H1 ini, Basarnas mengerahkan sejumlah unsur gabungan, yakni:

KN SAR Laksmana 241, dengan kekuatan 7 rescuer Kantor SAR Banjarmasin dan 13 anak buah kapal (ABK), bertugas melaksanakan pencarian permukaan, penyelamatan, serta evakuasi korban apabila ditemukan.

KN Permadi Surabaya, melaksanakan pencarian sektor dan mendukung perluasan area pencarian.

Helikopter HR 3601 Ron 400/WU 2 Lanudal Juanda, melaksanakan pencarian udara sebagai unsur deteksi utama (primary detection asset) untuk menemukan kapal, rakit penolong, korban, maupun tanda-tanda keberadaan kapal.

Pola operasi H1 dilaksanakan melalui koordinasi pencarian udara dan laut (coordinated vessel-aircraft search). Unsur udara melakukan deteksi awal, sementara unsur kapal menjadi unsur utama untuk melaksanakan pendekatan, pertolongan, dan evakuasi.

Objek pencarian dalam operasi ini meliputi kapal Virgo Transport 8, life raft/lifeboat, korban selamat di laut (survivor/persons in water), serta kemungkinan puing kapal (debris), bangkai kapal, maupun tanda lain seperti tumpahan minyak.

Basarnas juga menerapkan prinsip no search gap, yaitu memastikan tidak ada area prioritas yang tidak tercakup pencarian, serta menjaga efektivitas operasi melalui evaluasi luas area pencarian, tingkat deteksi, pola lintasan, dan kondisi aktual cuaca serta laut.

Selain pencarian, aspek keselamatan personel SAR menjadi perhatian utama. SMC terus melakukan pemantauan terhadap kondisi gelombang, angin, jarak pandang, kemampuan alat utama, komunikasi, hingga daya tahan personel selama operasi berlangsung.

Apabila kapal ditemukan dalam kondisi masih mengapung, tim SAR akan melakukan komunikasi, verifikasi posisi, penilaian kondisi, serta memberikan bantuan sesuai kebutuhan. Apabila ditemukan korban, rakit penolong, atau puing kapal, maka unsur terdekat akan segera melakukan tindakan penyelamatan dan pembaruan data pencarian.

Operasi SAR H1 ini mengedepankan tahapan Locate – Detect – Intercept – Rescue – Update, yaitu menemukan lokasi kapal, mendeteksi keberadaan korban atau objek terkait, melakukan pendekatan, melaksanakan penyelamatan, serta memperbarui strategi berdasarkan informasi terbaru.

Hasil pencarian hari pertama akan menjadi dasar penyusunan rencana operasi lanjutan (RENOPS H2), dengan mempertimbangkan perkembangan prediksi drift, cakupan pencarian, kondisi cuaca dan laut, serta seluruh informasi yang diperoleh selama operasi.***

One thought on “Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Kerahkan Tim SAR Cari 240 POB”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *