HALMAHERA TENGAH, borneoreview.co – Presiden Prabowo Subianto melepas ekspor perdana produk olahan mineral dari kawasan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), di Halmahera Tengah Kamis (8/10).
Ekspor perdana dari kawasan industri IWIP antara lain produk olahan nikel mixed hydroxide precipitate (MHP), bahan baku baterai nickel manganese cobalt (NMC), dan lithium ferro phosphate (LFP) produksi PT REPT Batero Indonesia.
Selain itu produk aluminium elektrolitik buatan PT Pioneer Aluminium Industries, serta komponen alat berat berbasis energi baru terbarukan (EBT) produksi PT XCMG Indonesia Manufacturing.
Ekspor perdana ini terjadi di tengah meningkatnya impor biji nikel sebagai bahan baku produk lithium dan baja tahan karat.
Impor biji nikel dari Filipina tercatat paling banyak diserap pabrik pengolahan di kawasan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP). Volume impor biji nikel ke kawasan ini sekitar 7,8 juta metrik ton.
PT Indonesia Weda Bay Industrial Park tercatat dimiliki oleh tiga perusahaan asal China: Tsingshan Holding Group (40 persen), Huayou Holding Group (30 persen), dan Zhenshi Holding Group Co., Ltd (30 persen).
Kawasan IWIP memiliki luas sekitar 3.000 hektare yang dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung industri. Mulai dari pembangkit listrik mandiri hingga pelabuhan.
Selain pengolahan nikel untuk kebutuhan industri baja nirkarat, kawasan ini juga dikembangkan untuk memasok kebutuhan baterai kendaraan listrik.
Sejumlah smelter di kawasan tersebut memproduksi nickel pig iron (NPI), nickel matte, mixed hydroxide precipitate (MHP), electrolytic nickel, hingga nickel sulfate.
Selain melepas ekspor perdana, kehadiran Presiden Prabowo Subianto di PT Indonesia Weda Bay Industrial Park untuk meresmikan pembangunan pabrik pengolahan nikel dan alumunium.
Pabrik yang akan dibangun antara lain PT Guang Ching Nickel Cobalt, PT Inno Prima Material, PT Tinci Materials Indonesia, PT Weda Bay Aluminium, PT Bintang Karya Aluminium, dan PT Foton Guangqing Motor Indonesia.
Pembangunan pabrik-pabrik tersebut termasuk dalam program hilirisasi senilai US$10,2 miliar atau setara Rp180 triliun.
Usai meresmikan pembangunan pabrik pengolahan mineral, Presiden bakal meluncurkan baterai kendaraan listrik dan peluncuran 11 proyek program hilirisasi.
Mendampingi Presiden di kawasan industri IWIP antara lain Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menko PMK Sugiono, Mensesneg Prasetyo Hadi, dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.***
