JAKARTA, borneoreview.co – PTPN IV PalmCo berkomitmen menjamin serapan tandan buah segar dari petani swadaya dan plasma. Bentuk pendampingan perusahaan pemerintah terhadap petani rakyat.
PalmCo juga memberikan pendampingan kepada petani sawadaya dan plasma agar memiliki kemampuan budidaya sawit yang setara dengan kebun inti perkebunan.
Menurut Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K Santosa, pendampingan mencakup proses administrasi peremajaan hingga penerapan Good Agricultural Practices.
“Kami memastikan petani tidak berdiri sendiri. Penerapan Good Agricultural Practices membuat petani punya kemampuan yang setara dengan standar kebun inti,” kata Jatmiko.
Program Peremajaan Sawit
PTPN PalmCo juga memberi pendampingan menerbitkan Rekomendasi Teknis untuk membantu petani mengakses dana Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).
Hingga tahun 2024, PTPN PalmCo mendampingi petani mengakses PSR hingga 13.493 hektare. Luas pendampingan meningkat menjadi 23.188 pada tahun 2025.
PalmCo mencatat pembelian tandan buah segar dari kebun sawit rakyat mencapai 8,42 juta ton sejak 2024 hingga Agustus 2026.
Kepastian Pasar
Langkah PalmCo memberikan kepastian pasar bagi petani. Pola kemitraan juga berkaitan dengan kebutuhan bahan baku CPO bagi pabrik pengolahan milik perusahaan.
Perkebunan sawit rakyat memiliki peran penting dalam industri sawit nasional. Hampir 50 persen sawit Indonesia berasal dari perkebunan rakyat.
Namun perkebunan sawit rakyat perlu peremajaan karena sebagian tanaman sudah tua. Semakin tua tanaman akan mengurangi jumlah produktifitas.
Luas perkebunan kelapa sawit rakyat tercatat mencapai 6.876,02 ribu hektare (atau sekitar 6,88 juta hektare).
Mencakup sekitar 40,85 persen hingga 40,3 persen dari total luas perkebunan sawit nasional.
Lebih dari 3 juta kepala keluarga petani saat ini menggantungkan mata pencaharian dari sektor perkebunan sawit.***
