PONTIANAK, borneoreview.co – Sebanyak 787 rider mengikuti Hibun Trail Adventure Lintas Melindo di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, yang didorong berkembang menjadi ajang bertaraf nasional.
“Pesertanya luar biasa, bukan hanya dari Kalbar, tetapi juga ada dari Sulawesi, Jawa Barat dan daerah lainnya di Pulau Jawa. Ini menunjukkan bahwa kegiatan seperti ini memiliki daya tarik yang besar,” kata Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan di Sanggau, Minggu (27/9/2026).
Krisantus mengatakan tingginya antusiasme peserta menunjukkan trabas di Sanggau memiliki daya tarik yang dapat dikembangkan menjadi agenda berskala nasional.
Ia menyebut jumlah peserta terdaftar mencapai 787 orang, sementara panitia memperkirakan jumlah peserta yang hadir dapat menembus lebih dari 1.000 rider karena masih terdapat peserta yang belum melakukan registrasi.
Menurut Krisantus, kegiatan trabas tidak hanya menjadi sarana olahraga dan penyaluran hobi, tetapi juga memberikan kesempatan bagi peserta mengenal kondisi wilayah pedalaman serta potensi alam Kalimantan Barat secara langsung.
Untuk melihat kondisi tersebut, Krisantus turut menjajal lintasan menggunakan sepeda motor trail bersama peserta. Ia mengatakan jalur yang dilalui memperlihatkan karakter alam dan wilayah perkebunan di pedalaman Sanggau.
“Kita sekarang berada di kawasan kebun sawit. Ini menunjukkan bahwa trabas bukan hanya soal olahraga motor, tetapi juga bagaimana kita menjelajah dan mengenal wilayah Kalbar secara langsung,” katanya.
Krisantus mendorong komunitas dan panitia meningkatkan kualitas penyelenggaraan serta promosi melalui media sosial, media elektronik, dan televisi agar kegiatan tersebut semakin dikenal luas.
“Kita ingin trabas di Kabupaten Sanggau ini ke depan menjadi trabas nasional. Kualitas dan kuantitasnya harus terus kita tingkatkan,” tuturnya.
Ia berharap promosi yang dilakukan secara konsisten dapat memperluas partisipasi, termasuk menarik minat peserta dari negara-negara ASEAN untuk datang dan menikmati jalur alam Kalimantan Barat.
Krisantus memastikan Pemprov Kalbar mendukung kegiatan komunitas yang positif dan berpotensi memperkenalkan daerah sekaligus menggerakkan aktivitas masyarakat di wilayah pedalaman.(Ant)
