Ombudsman Menyusuri Layanan Rutan Mempawah, Menjaga Integritas

Ombudsman_Rutan Mempawah

MEMPAWAH, borneoreview.co –  Langit Mempawah terlihat bersih. Di depan Rutan Kelas IIB Mempawah, Kalimantan Barat, sejumlah petugas bersiap, Jumat (25/9/2026). Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Barat datang. Langkah mereka tenang, membawa agenda pengawasan pelayanan publik.

Kedatangan tim independen ini disambut hangat. Suasana ruang utama berubah cair. Dialog terbuka terjalin. Inspeksi fasilitas dimulai. Hak warga binaan menjadi perhatian. Penguatan petugas menjadi pesan utama.

Kunjungan ini bukan sekadar inspeksi. Tim Ombudsman menelusuri detail kecil. Mulai alur kunjungan keluarga, layanan dasar, kebersihan ruang, hingga kepastian bebas pungli.

Mereka berbicara dengan petugas. Mereka mendengar warga binaan. Setiap catatan dihimpun rapi.

Data lapangan menjadi bahan evaluasi. Pendekatan humanis ditekankan. Pelayanan publik harus cepat, akurat, transparan.

Penguatan Petugas Rutan

Kepala Rutan Kelas IIB Mempawah, Ade Rusman, menyebut kunjungan ini momentum baik. Ia menegaskan komitmen penuh menjaga kualitas pelayanan. Zero toleran terhadap segala bentuk pelanggaran.

Ia ingin Rutan Mempawah menggandeng semua unsur. Tujuannya memastikan layanan teknis pemasyarakatan cepat, akurat, transparan.

Kepercayaan masyarakat menjadi taruhan utama. Pernyataan itu disampaikan Senin, 28 September 2026.

“Kami akan menggandeng semua unsur guna memastikan layanan teknis pemasyarakatan cepat, akurat, transparan demi menjaga kepercayaan masyarakat,” tutur Ade Rusman sebagaiman ditulis pada Senin, 28 September 2026.

Ombudsman_Rutan Mempawah
Ombudsman RI Kalbar kunjungi Rutan Mempawah. Fokus penguatan petugas, transparansi layanan nol pungli percepatan Zona Integritas WBK.(ist)

Zona Integritas WBK

Ombudsman memberi arahan khusus. Integritas dan profesionalisme petugas menjadi kunci. Mereka dibekali motivasi serta edukasi standar pelayanan prima. Transparansi alur kunjungan keluarga dipertegas.

Kelayakan layanan dasar diprioritaskan. Praktik pungutan liar harus nol. Evaluasi konstruktif ini diharapkan mempercepat Rutan Mempawah meraih Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi.

Predikat WBK bukan sekadar simbol. Ia menjadi bukti birokrasi bersih, akuntabel, responsif.

Dalam postingan Instagram resmi @rutan_mempawah, kunjungan ini juga menjadi ruang dialog. Petugas bertanya, pengawas menjawab. Ada tawa kecil, ada keseriusan.

Momen ini menunjukkan pengawasan tidak selalu menakutkan. Pengawasan bisa menjadi cermin perbaikan.

Rutan Mempawah membuka diri. Ombudsman hadir bukan untuk mencari kesalahan. Keduanya duduk sejajar. Fokusnya sama, pelayanan publik bermartabat.

Warga binaan pun merasakan dampak. Alur kunjungan lebih jelas. Layanan dasar lebih terukur.

Hak mereka diingat. Petugas bekerja dengan protokol. Kebersihan dijaga. Ruang komunikasi dibuka.

Keluhan ditampung. Perbaikan berjalan bertahap. Semua pihak diajak berkontribusi. Tidak ada ruang untuk pungli. Tidak ada tempat untuk maladministrasi.

Kunjungan Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Barat menjadi penanda. Rutan Mempawah tidak berjalan sendiri.

Ada pengawas eksternal. Ada masyarakat. Ada media. Ada komitmen internal. Semua elemen bersinergi.

Pelayanan publik bukan proyek sesaat. Ia kebiasaan harian. Ia budaya kerja. Ia janji kepada negara. Maka penguatan petugas penting. Maka transparansi wajib. Maka pungli harus dilawan.

Di sisi lain, tantangan lapangan tidak ringan. Jumlah warga binaan dinamis. Kebutuhan layanan beragam.

Tekanan pekerjaan tinggi. Petugas butuh dukungan. Ombudsman memahami itu. Karena itu, arahan diberikan dengan pendekatan membangun.

Bukan menghukum. Bukan mempermalukan. Tapi memperkuat. Tapi menata. Tapi mengingatkan. Standar pelayanan prima dijabarkan. Integritas diuji setiap hari.

Kepala Rutan Mempawah Ade Rusman juga menambahkan, pihaknya akan menggandeng semua unsur.

Tujuannya memastikan layanan cepat, akurat, transparan. Kepercayaan masyarakat dijaga. Rutan Mempawah berkomitmen zero toleran terhadap pelanggaran.

Ia menyebut kunjungan Ombudsman sebagai momentum baik. Momentum untuk membenahi diri. Momentum untuk memperkuat tim. Momentum untuk melayani lebih humanis.

Bagi Ombudsman, pengawasan bukan akhir. Pengawasan adalah awal. Dari temuan kecil, lahir perbaikan besar.

Dari dialog, lahir kepercayaan. Dari transparansi, lahir akuntabilitas. Rutan Mempawah berada di jalur itu.

Jalur menuju WBK. Jalur menuju pelayanan publik kelas satu. Jalur menuju birokrasi bersih.

Semua pihak diundang mengawal. Masyarakat dapat memberi masukan. Media dapat mengabarkan. Petugas dapat bekerja lebih baik.

Kegiatan ini juga menjadi cermin bagi institusi lain. Pelayanan publik butuh pengawasan. Pengawasan butuh keterbukaan.

Keterbukaan butuh keberanian. Rutan Mempawah menunjukkan keberanian. Mereka membuka pintu.

Mereka menerima catatan. Mereka siap berbenah. Langkah ini patut diapresiasi. Bukan karena sempurna. Tapi karena mau bergerak. Gerakan kecil ini penting. Ia menular. Ia menginspirasi.

Di penghujung kunjungan, suasana tetap hangat. Foto bersama diambil. Senyum terlihat. Tapi pesan tersimpan. Integritas harus dijaga.

Profesionalisme harus dipupuk. Pungli harus ditolak. Layanan harus humanis. Rutan Mempawah menuju Zona Integritas WBK.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *