Perak Emas Mercedes Mengilap, Pamer Cuan Peruvian Metals Corp Diuji Keras

peruvian metals

JUNIN PERU, borneoreview.co – Lorong sempit di bawah tanah Mercedes tidak menawarkan kemewahan. Batu, debu, dan jejak kerja lama menjadi saksi ketika aktivitas ekstraksi kembali bergerak di properti perak-emas milik San Maurizo Mines Ltd di Junin, Peru.

Di tengah tekanan ekonomi dan lonjakan harga logam mulia, Peruvian Metals Corp datang membawa kabar optimistis: pemulihan perak mencapai 97,85 persen, sedangkan emas 92,19 persen.

Angka itu terdengar seperti pesta di ruang rapat. Namun, di bawah permukaan bumi, setiap angka harus melewati batu keras, izin, akses terowongan, biaya, serta risiko operasi.

Di situlah cerita Mercedes menjadi lebih rumit daripada sekadar klaim tambang bermutu tinggi.

Peruvian Metals menyatakan telah menuntaskan kewajiban untuk mengakuisisi 50 persen saham San Maurizo Mines Ltd.

Perusahaan Manitoba tersebut memegang kepemilikan langsung 100 persen atas Mercedes melalui Basic Minerals SAC di Peru.

Pengembangan dilakukan bersama Hudson Heartland Ltd sebagai mitra 50 persen, dengan biaya eksplorasi dan pengembangan dibagi rata.

Mercedes berada di Departemen Junin, Peru tengah, mencakup sekitar 1.345 hektar. Akses dari Concepion ditempuh melalui jalan kerikil sekitar 40 kilometer.

Riwayat penambangan bawah tanah di lokasi ini bukan cerita baru. Terowongan dan sumur horizontal mencapai sekitar 900 meter.

Sejak awal 1980-an, operasi terdahulu menaruh perhatian pada urat Victor I, Victor II, dan Kelly.

Lebih dari 15 struktur mineralisasi telah teridentifikasi. Perusahaan menyebut enam urat telah ditemukan hingga kini.

Peta geologi tampak menjanjikan. Di lapangan, terowongan tetap harus dibuka, dibersihkan, diamankan, lalu dipanjangkan.

Sebuah proyek tambang tidak hidup dari presentasi; ia hidup dari batuan, pekerja, modal, izin, dan kemampuan mengolah material menjadi produk bernilai.

Uji Metalurgi

Sampel komposit besar dari area Victor II memberi cerita paling mencolok. Kadar awal mencapai 3,69 gram emas per ton dan 9,4 ons per ton perak.

Melalui flotasi, konsentrat menghasilkan 33,03 ons per ton perak dan 12,23 gram emas per ton.

Pemulihan mencapai 97,85 persen untuk perak dan 92,19 persen untuk emas. Rasio mineral terhadap konsentrat berada pada 3,50 banding 1.

Urat Victor II terekspos pada dua tingkat terowongan, dengan lebar struktur sekitar 0,30 hingga 1 meter.

Lalu muncul Urat Charo, sekitar 475 meter di barat Victor II. Terowongan bersejarah sepanjang 45 meter ditemukan, dibersihkan, dibuka kembali, lalu diamankan.

Tiga sampel awal menghasilkan rata-rata 1,33 gram emas per ton, 14,83 ons per ton perak, dan 1,36 persen timbal.

Sampel komposit Charo mencatat kadar awal 0,63 gram emas per ton serta 6,10 ons per ton perak. Hasil flotasi menghasilkan konsentrat 48,42 ons per ton perak dan 4,01 gram emas per ton.

Pemulihan mencapai 92,3 persen perak dan 74,7 persen emas, dengan rasio mineral terhadap konsentrat 8,54 banding 1.

Perusahaan menyatakan timbal dan seng tidak signifikan dibanding perak-emas. Fokus pengolahan diarahkan pada satu konsentrat Ag-Au.

Di sinilah klaim efisiensi mulai diuji: angka laboratorium harus bertemu kondisi produksi nyata.

Terowongan Terus Bergerak

Mercedes telah memiliki perjanjian akses dengan masyarakat setempat. Sebuah kamp didirikan, sementara jalan baru menuju bagian atas endapan sedang dikerjakan.

Pada kuartal pertama 2026, dua kelompok penambang direncanakan mulai mengekstraksi material dari Victor II dan Charo.

Setelah cuaca membaik, perusahaan merencanakan terowongan silang sepanjang 225 meter dengan ukuran 2,5 x 3 meter.

Terowongan tersebut diarahkan untuk memotong Kelly, Victor I, dan Victor II sekaligus menyediakan akses ke permukaan mineralisasi serta lokasi pengeboran bawah tanah.

Material rencananya diproses di pabrik lokal sekitar 12 kilometer dari proyek. Proyek masih memiliki kepentingan laba bersih 20 persen, dengan ketentuan penghapusan setelah pembayaran US$4 juta kepada pemegang NPI.

Klaim Perlu Bukti

Jeffrey Reeder menyebut kondisi ekonomi Mercedes kini lebih baik karena harga perak naik dari sekitar US$23 per ons ketika Peruvian Metals mengakuisisi saham, menjadi sekitar US$90 per ons dalam pernyataannya. Ia melihat peluang arus kas dari kemitraan bersama penambang kecil di Peru.

Namun, harga komoditas bukan tiket otomatis menuju keuntungan. Tambang tetap berhadapan dengan izin, keselamatan, cuaca, biaya pengembangan, kualitas bijih, kapasitas pabrik, serta konsistensi hasil produksi.

Peruvian Metals menyatakan perizinan hampir selesai. Tim perusahaan menangani administrasi, akuntansi, geologi, dan perizinan.

Pengelolaan teknis melibatkan Eric Hinton dan Jeffrey Reeder. Reeder disebut sebagai Qualified Person sesuai NI 43-101.

Pengujian material dilakukan Procesmin Ingenieros SRL memakai metode fire assay untuk emas-perak, sedangkan pekerjaan metalurgi melibatkan Jose Orlando Moncada Rejas dari Pabrik Aguila Norte.

Bagi investor, angka pemulihan dapat menjadi pemantik perhatian. Bagi pekerja tambang, angka itu berubah menjadi target harian.

Bagi masyarakat sekitar, aktivitas tersebut membawa pertanyaan lebih dekat: seberapa besar manfaat ekonomi, seberapa kuat perlindungan lingkungan, dan seberapa panjang umur operasi saat cadangan mulai menipis di sana.

Mercedes bukan sekadar cerita tentang perak dan emas. Ia adalah ujian antara angka laboratorium dan realitas tambang.

Klaim pemulihan tinggi memang menarik perhatian, tetapi nilai ekonominya baru benar-benar berbicara ketika ekstraksi berjalan, material konsisten, izin tuntas, serta konsentrat berhasil dipasarkan.

Di tengah harga logam mulia, Mercedes kini berdiri di persimpangan: peluang besar atau sekadar kilau lain dari batuan lama. Pasar boleh bertepuk tangan. Terowongan tetap meminta bukti.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *