JAKARTA, borneoreview.co – Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) mendesak transparansi penetapan harga tandan buah segar.
Harga tandan buah segar kelapa sawit di beberapa daerah turun hingga Rp2.786 per kilogram. Penurunan harga terutama merugikan petani swadaya yang sedang berjuang menghadapi musim kemarau.
Anggota DPP APKASINDO, Dermawan Harry Oetomo meminta tim penetapan harga TBS di setiap provinsi melakukan kajian mengidentifikasi penyebab penurunan harga.
Tim penetapan harga TBS harus menelusuri faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan harga. Termasuk kaitannya dengan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di pasar dunia.
“Masalah harga TBS yang belakangan ini anjlok di berbagai daerah penghasil sawit, hendaknya menjadi acuan perhatian dari masing-masing Tim Rapat Harga TBS agar ada kejelasan dan kepastian,” kata Dermawan.
Bursa Sawit Indonesia
Dermawan menyoroti pentingnya transparansi dalam tata niaga sawit nasional. Dia mendorong pemerintah merealisasikan Bursa Sawit Indonesia untuk mewujudkan keterbukaan informasi harga.
“Segera hadirkan Bursa Sawit Indonesia. Sehingga secara keseluruhan penetapan harga transparan dan ada akuntabilitas.”
Keberadaan Bursa Sawit Nasional semakin mendesak agar Indonesia memiliki mekanisme perdagangan dan penetapan harga yang lebih transparan.
Dermawan meminta dinas perkebunan di daerah berkolaborasi dengan jajaran DPW dan DPD APKASINDO untuk memantau harga tandan buah segar di pabrik kelapa sawit.
Dia menyoroti perbedaan harga yang signifikan antara penetapan harga TBS dengan harga beli di pabrik sawit.
“Begitu simpang siur informasi harga TBS di beberapa provinsi dan kabupaten penghasil sawit. Terjadi disparitas harga TBS yang cukup jauh antara Tim Penetapan Harga TBS di Dinas Perkebunan Provinsi dengan beberapa PKS yang merugikan petani sawit swadaya,” kata Dermawan.
Beda Harga Petani Plasma
Berbeda dengan petani plasma, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit untuk petani mitra swadaya di Provinsi Riau turun lebih dalam untuk periode 14–20 Oktober 2026.
Berdasarkan hasil rapat pleno tim penetapan harga TBS Riau, harga tandan buah segar dari petani swadaya untuk tanaman umur 9 tahun menjadi Rp3.603,92 per kilogram.
Harga tandan buah segar dari petani sawit swadaya tergantung usia tanaman. Paling murah TBS sawit usia 3 tahun yang dihargai Rp2.786 per kilogram.
Sedangkan harga TBS sawit usia tanaman 10-20 tahun Rp3.565 per kilogram. Harga tandan buah segar dari tanaman tua berusia lebih dari 22 tahun Rp3.433 per kilogram.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan (Disbun) Riau, Defris Hatmaja, menjelaskan bahwa koreksi harga jual minyak sawit mentah dan inti sawit (kernel) menyebabkan penurunan harga TBS petani swadaya pekan ini.
“Penyebab utama turunnya harga tandan sawit petani mitra swadaya minggu ini karena faktor turunnya harga CPO dan kernel secara bersamaan di pasar lelang,” kata Defris.
Petani saat ini menghadapi tekanan biaya produksi, termasuk kenaikan harga pupuk dan pestisida.
Jika tidak ada pengawasan terhadap penetapan harga tandan buah segar, pendapatan petani berpotensi semakin tertekan.***
