BEI Minta Penjelasan Karhutla di Konsesi Sawit Milik Keluarga Haji Isam

Kebakaran hutan dan lahan di perkebunan sawit.

JAKARTA, borneoreview.co – Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) terkait kebakaran hutan dan lahan, karhutla di sekitar wilayah konsesi sawit.

Perusahaan yang terkait dengan bisnis keluarga Haji Isam itu mengakui terjadi kebarakan hutan dan lahan di sekitar wilayah konsesi mereka di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

PT Pradiksi Gunatama Tbk menyatakan karhutla di sekitar area konsesi tidak menghentikan kegiatan operasional perusahaan. Kegiatan panen dan produksi di pabrik kelapa sawit tetap berjalan normal.

Perseroan juga menyatakan tidak sedang menghadapai potensi gugatan perdata maupun pidana akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sekitar wilayah konsesi mereka.

Perusahaan juga mengaku tidak menghadapi risiko sanksi administratif berat, penyegelan lahan, maupun pencabutan izin akibat kebakaran tersebut.

Dampak Finansial

PT Pradiksi Gunatama menyatakan kebakaran hutan berdampak finansial relatif -secara tidak langsung- terhadap perusahaan.

Perseroan memastikan dampak karhutla tidak merugikan secara material yang berpotensi mengganggu pendapatan dan laba bersih perusahaan. Tidak terdapat kerusakan aset material yang memerlukan penghapusan aset dalam skala besar.

PT Pradiksi juga mengklaim tidak terjadi penghentian operasional yang tidak direncanakan (unplanned shutdown) pada pabrik pengolahan kelapa sawit. Kegiatan perkebunan tetap berlangsung selama kebakaran lahan.

Perusahaan telah membentuk satuan tugas karhutla selama musim kemarau untuk memantau titik panas melalui satelit.

Mereka mengerahkan petugas patroli darat harian untuk mengoperasikan pompa air portabel, mobil tangki air, alat berat, dan menjaga menara pemantau api.

Perseroan memastikan ketersediaan embung, kanal, waduk, dan cadangan air untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Untuk jangka panjang PT Pradiksi Gunatama Tbk akan menerapkan sistem pengelolaan tata air. Perusahaan menerapkan kebijakan pembukaan lahan tanpa bakar dan membuat program pencegahan karhutla bersama masyarakat sekitar konsesi.

Bisnis Keluarga Haji Isam

PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) adalah emiten perkebunan dan pengolahan kelapa sawit yang berafiliasi dengan pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam.

Saham perusahaan itu dikuasai oleh 3 perusahaan milik keluarga Haji Isam. PT Araya Agro Lestari, milik Liana Saputri, anak Haji Isam menguasai 2,205 miliar lembar saham (38,44 persen).

PT Citra Agro Raya milik Jhony Saputra, anak Haji Isam memegang 2,19 miliar lembar saham PT Pradiksi Gunatama atau sekitar 38,25 persen.

Sedangkan PT Baramega Citra Mulia Persada (Grup Jhonlin), memiliki 900 juta lembar saham (15,69 persen).

Total ketiga pemegang saham pengendali tersebut menguasai 5,29 miliar lembar saham. Jumlahnya setara 92,38 persen dari keseluruhan jumlah saham PT Pradiksi Gunatama.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *