Bahas Masa Depan Energi Nabati, 300 Delegasi Bisnis Biodiesel Gelar Konferensi di Bali

Kanopi perkebunan sawit.

NUSA DUA, borneoreview.co – Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) menggelar Konferensi Biodiesel ke-6 di Nusa Dua, Bali, 17-18 September 2026. Membahas potensi bahan bakar nabati di masa depan.

Palm Biodiesel Conference merupakan pameran dan konferensi internasional yang diselenggarakan bekerja sama dengan Malaysian Biodiesel Association (MBA) dan Thai Biodiesel Producer Association (TBPA).

Mengusung tema “Peran Biodiesel Sawit bagi Ketahanan Energi Global,” konferensi mempertemukan 300 delegasi yang mewakili rantai nilai biodiesel sawit. Mulai dari pelaku industri, pemerintah, mitra inovasi, dan pemangku kepentingan utama lainnya.

Para peserta mendapatkan wawasan langsung terkait potensi biofue dari para ahli terkemuka. Digelar diskusi panel dan presentasi teknis mencakup topik-topik utama: Tantangan dan peluang industri biodiesel global.

Perkembangan kebijakan biodiesel saat ini dan masa depan di negara-negara penghasil minyak sawit dan perspektif pengguna akhir terkait permintaan biodiesel di masa depan.

Peran biodiesel sebagai solusi energi berkelanjutan juga dibahas dan dikaji mendalam. Serta kaitan industri dengan teknologi inovatif dan produk kimia yang dipakai dalam proses produksi biodiesel.

Selain berbagai diskusi, konferensi juga akan menyoroti terobosan terkini dan potensi masa depan bahan bakar nabati (biofuel) yang berasal dari minyak kelapa sawit.

Konferensi Biodiesel Sawit pertama kali diselenggarakan tahun 2017 sebagai wadah kolaborasi antara tiga asosiasi biodiesel terkemuka di Asia Tenggara: APROBI, MBA, dan TBPA.

Sejak saat itu, konferensi ini diadakan setiap dua tahun sekali, dengan ketiga asosiasi menjadi tuan rumah secara bergantian di Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Selama bertahun-tahun, konferensi ini menjadi ajang pertemuan penting bagi industri biodiesel sawit. Mempertemukan perwakilan pemerintah, pelaku industri, pembuat kebijakan, dan pakar internasional untuk berbagi informasi terkini, mendiskusikan tantangan, serta menjajaki peluang yang akan membentuk masa depan biodiesel.

Melanjutkan momentum dari konferensi-konferensi sebelumnya, Konferensi Biodiesel Sawit ke-6 tahun 2026 meneruskan tradisi kolaborasi regional.

Guna mendukung program pemerintah dalam mengembangkan penggunaan bahan bakar nabati (biofuel) sebagai sumber energi baru di Indonesia,

Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia beranggotakan perusahaan-perusahaan biodiesel dan bioetanol yang menjalin kemitraan dengan pemerintah untuk mengoptimalkan pemanfaatan bahan bakar nabati di Indonesia.

Salah satu tujuan mereka adalah menyatukan para pelaku industri biofuel di seluruh Indonesia sehingga menjadi kekuatan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan.

Menjadi mitra pemerintah dalam merumuskan kebijakan serta meningkatkan peran strategis biofuel Indonesia di pasar nasional maupun internasional.

Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) saat ini beranggotakan 27 perusahaan biodiesel dan bioetanol Indonesia. Antara lain PT Adhitya Serayakorita, PT Jhonlin Agro Raya, PT Multi Nabati Sulawesi (Wilmar), dan PT Kutai Refinery Nusantara (Apical).***

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *