Efek Kemarau di Banjarmasin, Sampah Menumpuk di Sungai Pemurus

Musim kemarau

BANJARMASIN, borneoreview.co – Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan bersama Polresta Banjarmasin mengatasi sampah di Sungai Pemurus, Banjarmasin Selatan.

Melansir Antara, Senin (28/9/2026), Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR, menyampaikan saat musim kemarau air Sungai Pamurus menjadi surut dan banyak sampah bermunculan serta menumpuk.

Ia menjelaskan timbul inisiatif bersama pihak kepolisian daerah dengan melibatkan masyarakat sekitar untuk bergotong royong membersihkan sungai itu demi tercipta lingkungan yang bersih secara berkelanjutan.

“Pemerintah dan kepolisian tidak bisa sendiri. Kita perlu dukungan seluruh stakeholder (pemangku kepentingan) dan masyarakat. Sungai adalah sumber kehidupan, urat nadi kehidupan, sekaligus ruang retensi,” ujar dia, kemarin.

Dia menjelaskan sungai yang bersih dan tidak mengalami pendangkalan memiliki manfaat penting bagi masyarakat, termasuk dalam menghadapi kondisi kekeringan.

Air sungai, kata dia, setidaknya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK), sedangkan kebutuhan air minum tetap menggunakan air bersih dari PDAM.

Dia mengatakan pembersihan sungai akan terus dilakukan bersama jajaran kepolisian, perangkat daerah terkait, dan unsur lainnya.

Namun, kata dia, keberlanjutan kebersihan sungai bergantung pada kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan ikut menjaga lingkungan di sekitarnya.

Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin menyatakan dukungan terhadap upaya Pemerintah Kota Banjarmasin dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya sungai.

“Kami mendukung kebijakan dan arahan Pak Wali. Ini juga sejalan dengan program pemerintah untuk mewujudkan lingkungan yang asri. Seluruh Indonesia diajak untuk bersama-sama membersihkan lingkungan,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat tidak selalu menunggu petugas ketika menemukan sampah di lingkungan sekitar.

“Kalau melihat sampah, langsung diambil dan dibersihkan tanpa harus menunggu petugas. Kalau menunggu, sampah akan menumpuk dan menjadi sumber penyakit di lingkungan kita,” katanya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *