MUMBAI, borneoreview.co – India mengalihkan impor minyak bunga matahari dari Rusia ke minyak sawit Indonesia. Dampak gangguan angkutan logistik di kawasan Laut Hitam.
Rusia membatalkan pengiriman 20.000 ton minyak bunga matahari ke India, menyusul serangan terhadap infrastruktur pelabuhan di Laut Hitam.
Presiden International Sunflower Oil Association, Sandeep Bajoria mengatakan, pembatalan pengiriman ekspor sebelumnya jarang terjadi.
“Pembatalan pengiriman seperti ini jarang terjadi. Namun, infrastruktur Laut Hitam kini mengalami kerusakan akibat perang,” kata Bajoria.
Selain kiriman kargo yang batal, sekitar 60.000 ton minyak bunga matahari ke India mengalami keterlambatan akibat perang Rusia dan Ukraina.
Permintaan Meningkat
Situasi tersebut mendorong India mengalihkan kebutuhan ke minyak kelapa sawit untuk mengantisipasi kenaikan permintaan menjelang festival Hornbill, Rann Utsav, dan Konark Dance Festival.
Gangguan di pelabuhan Laut Hitam membuat para eksportir Rusia mencari jalur pengiriman alternatif melalui Laut Baltik, termasuk Saint Petersburg dan Ust-Luga.
Tapi perubahan rute tersebut menyebabkan naiknya biaya logistik karena menambah waktu tempuh.
“Pengiriman dari pelabuhan Baltik menyebabkan biaya angkut tinggi dan tambahan waktu perjalanan sekitar 10 hari,” ujar Bajoria.
Pasar Raksasa Minyak Nabati
India menjadi salah satu negara utama importir minyak bunga matahari. Hampir seluruh kebutuhan domestik bunga matahari dipasok dari Rusia.
Rata-rata setiap bulan, India membutuhkan 250.000 ton minyak bunga matahari. Jumlah itu akan bertambah jika memasuki musim festival dan acara keagamaan.
Pasokan berkurang hingga hanya mencaai 160.000 ton per bulan akibat pembatalan dan keterlambatan ekspor minyak bunga matahari dari Rusia.
Untuk mengatasi kekurangan pasokan, India memborong 150.000 ton minyak sawit mentah hanya dalam waktu tiga hari selama minggu ini.
Pengiriman minyak sawit mentah dari Indonesia tersebut dijadwalkan untuk bulan November dan Desember melalui pelabuhan di pesisir timur dan barat India.***
