Kemendag Tinjau Rencana Pasar Induk Kubu Raya Senilai Rp30 Miliar

Pasar Induk

PONTIANAK, borneoreview.co – Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mendampingi Wakil Ketua Tim Bidang Pengembangan Sarana Perdagangan Kementerian Perdagangan RI, Andre Prasetyo, meninjau lokasi rencana pembangunan Pasar Induk Kubu Raya di Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, yang ditargetkan dibangun dengan anggaran Rp30 miliar.

“Kami menindaklanjuti usulan pembangunan Pasar Induk Kubu Raya yang telah kami terima. Hari ini kami melakukan identifikasi lapangan untuk memastikan kesiapan teknis,” kata Andre di Sungai Raya, Senin (20/4/2026).

Dia menjelaskan, peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut atas usulan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terkait pembangunan pasar induk dengan nilai anggaran sebesar Rp30 miliar dan kapasitas 330 lapak pedagang.

“Kunjungan lapangan ini dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi teknis sebagai dasar penilaian kelayakan proyek,” kata dia.

Ia menjelaskan, setelah proses identifikasi, pihaknya akan melakukan pembahasan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk penajaman kebutuhan pembangunan. Jika seluruh persyaratan administrasi dan teknis terpenuhi, Kementerian Perdagangan akan menerbitkan rekomendasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum.

Sementara itu, Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan sebagian besar dokumen pendukung pembangunan pasar induk tersebut. Ia menyebut kebutuhan pasar baru sudah mendesak mengingat kondisi Pasar Melati yang telah berusia sekitar 35 tahun.

“Secara keseluruhan, sudah waktunya kita membangun pasar induk baru. Dokumen sudah hampir lengkap, tinggal dua dokumen lagi yaitu Andalalin dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang segera kami selesaikan,” katanya.

Menurut Sujiwo, pembangunan pasar induk dinilai sangat strategis karena didukung oleh potensi pasokan dan permintaan yang tinggi. Ia menyebut lebih dari 55 persen komoditas di Pasar Flamboyan berasal dari Kabupaten Kubu Raya.

“Artinya dari sisi suplai sangat kuat, dan dari sisi permintaan juga tinggi, sehingga pasar induk ini sangat layak untuk dibangun,” katanya.

Ia menambahkan, konsep pasar yang dirancang tidak hanya sebagai pasar tradisional, tetapi dikembangkan menjadi pasar modern yang nyaman dan tertata, dilengkapi fasilitas ruang terbuka hijau, jalur jogging, area bermain anak, hingga kawasan waterfront.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Kubu Raya, Norasari Arani, menyebut, pembangunan pasar ditargetkan mulai pada 2027 dengan syarat seluruh dokumen pendukung rampung pada 2026.

“Saat ini kesiapan dokumen sudah mencapai sekitar 95 persen, tinggal penyelesaian Andalalin dan PBG,” kata Nora.

Ia memastikan pedagang yang saat ini beraktivitas di pasar lama akan diprioritaskan menempati lokasi baru, sekaligus membuka peluang bagi pedagang dari sembilan kecamatan di Kubu Raya untuk ikut berpartisipasi.

Selain itu, pemerintah daerah juga terus melakukan penataan pasar melalui program Bersinar (Bersama Membersihkan Pasar), termasuk relokasi pedagang ke lokasi yang lebih tertib dan layak.

“Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berharap pembangunan Pasar Induk tersebut dapat menjadi pusat distribusi perdagangan yang modern dan terintegrasi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tuturnya.(Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *