Lahan Gambut Irlandia Bahan Bakar Energi Listrik dan Rumah Tangga

Lahan gambut Irlandia.

DUBLIN, borneoreview.co – Masyarakat Irlandia di pedalaman selama berabad-abad memafaatkan gambut untuk keperluan memasak dan bahan bakar pemanas ruangan. Menyusutnya luas hutan alami pada tahun 1600-an, menjadikan gambut sebagai sumber bahan bakar lokal yang penting bagi rumah tangga.

Di Irlandia sepanjang abad ke-20, gambut menjadi sumber energi juga lapangan kerja di pedesaan. Bahkan pernah menjadi bahan bakar pembangkit listrik saat pasokan batu bara terganggu selama Perang Dunia I dan II.

Hingga hari ini gambut masih dipakai untuk bahan baku pembangkit listrik dan bahan bakar perapian di rumah. Kebijakan energi berkelanjutan dan program konservasi lahan gambut, mengisyaratkan penghentian bertahap eksploitasi lahan gambut sebagai sumber energi utama setelah tahun 2030.

Panen gambut (atau turf) secara manual dalam skala industri, pertama kali terjadi tahun 1825 di Mona Bog, di tepi Sungai Shannon. Pada tahun 1850, Kolonel Kitchener di County Kerry menemukan cara memproduksi briket gambut yang memiliki nilai kalor tinggi.

Industri gambut modern Irlandia mulai terbentuk pada tahun 1930-an ketika “Turf Development Board” (Dewan Pengembangan Gambut) berdiri dan mulai mengelola pengembangan gambut. Dewan ini mendorong kemandirian dan menciptakan lapangan kerja di pedesaan.

Meletusnya Perang Dunia II tahun 1939 menyebabkan kelangkaan bahan bakar impor secara luas. Pada awal tahun 1942, kebijakan pemerintah mengarahkan menggunakan gambut sebagai bahan pengganti batu bara di Dublin.

Setelah perang berakhir, “Bord na Móna” mengambil alih peran “Turf Development Board”. Mereka mulai memasok bahan bakar untuk pembangkit listrik berbahan bakar potongan gambut pertama di Portarlington pada tahun 1950.

Antara tahun 1950 dan 1967, ESB membangun pembangkit listrik berbahan bakar potongan gambut dengan total kapasitas 117 mega watt. Perusahaan juga mendirikan pembangkit listrik berbahan bakar gambut giling (milled peat) dengan kapasitas gabungan sebesar 290 mega watt.

Investasi Bord na Móna dalam produksi briket gambut untuk pembangkitan listrik memberikan dampak besar terhadap pembangunan pedesaan pada masa itu -khususnya di wilayah Barat dan Midlands. Krisis minyak tahun 1956 dan 1973 semakin memperkuat alasan pengembangan pembangkit listrik tenaga gambut.

Dari sepuluh pembangkit listrik berbahan bakar gambut di Irlandia, enam di antaranya telah ditutup: Bellacorick, Lanesborough, Portarlington, Shannonbridge, Ferbane, Rhode, dan Portarlington. Sementara pebangkit Edenderry, Lough Ree, dan West Offaly masih beroperasi.

Banyak rumah tangga di Irlandia saat ini masih membakar gambut untuk keperluan domestik. Terdapat indikasi penurunan berkelanjutan dalam penggunaan gambut untuk pembangkitan listrik, seiring pemberlakuan skema perdagangan emisi Uni Eropa.

Program-program konservasi membatasi eksploitasi lahan gambut. Pada tahun 2015, Bord na Móna mengumumkan rencana menghentikan secara bertahap penambangan gambut untuk kebutuhan energi hingga tahun 2030. Perusahaan mengalihkan sumber energi tenaga angin dan matahari.***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *