JAKARTA, borneoreview.co – Janji kampanye Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka menyediakan 19 juta lapangan kerja semakin tidak jelas ‘hilal’ nya. Masih bisakah percaya pada janji manis politikus?
Agus Prayitno kini bisa bernafas lega. Putrinya Puji Rahayu Puspitaningrum yang menghiang sejak Sabtu (5/9) akhirnya ditemukan.
Puji ditemukan di Cikoneng, Kabupaten Bandung pada 8 September 2026 dalam kondisi sehat. Dia sempat diketahui terlihat di sekitar terminal Bawen, Semarang sebelum jejaknya kembali hilang.
Pemprov Kalbar: Tekan Pengangguran Lewat Program Magang
Sebelum meninggalkan rumah di Kaliangkrik, Magelang, Puji sempat menulis surat yang isinya menjelaskan bahwa ia hendak pergi mencari kerja.
Gadis tuna rungu berusia 24 tahun itu ingin bekerja untuk membantu perekonomian keluarga. Di Magelang tidak banyak perusahaan yang membuka lowongan untuk penyandang disabilitas.
Niat Puji membantu keluarga tentu sangat mulia. Tapi mencari pekerjaan seorang diri dengan kebutuhan fisik yang khusus bisa sangat berbahaya.
Hari ini ada jutaan pemuda pengangguran seperti Puji yang kesulitan mendapatkan pekerjaan. Mereka bersaing mengisi celah lowongan yang semakin sulit ditemukan.
Jika kita ingat, Wakil Presiden Gibran pernah menyampaikan janji kampanye menyediakan 19 juta lapangan kerja. Janji itu disampaikan saat debat cawapres yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI di Jakarta Convention Center (JCC), pada 21 Januari 2024.
Pabrik Kelapa Sawit Baru di Belitung Timur, Buka 80 Lapangan Kerja
“Jika agenda hilirisasi, pemeratan pembangunan, transisi menuju energi hijau, ekonomi kreatif, UMKM bisa kita kawal,” kata Gibran.
“Insaya allah bisa terbuka 19 juta lapangan pekerjaan untuk generasi muda dan perempuan. Lima juta di antaranya adalah green jobs,” lanjutnya.
Setelah terpilih menjadi calon wakil presiden, Gibran juga masih bicara soal penciptaan lapangan kerja melalui hilirisasi. Salah satunya disampaikan dalam acara buka bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin), 14 Maret 2025.
“Presiden dan saya tidak pernah bosan-bosan untuk membahas masalah hilirisasi. Dengan hilirisasi kita bisa membuka lapangan pekerjaan,” ujarnya.
Kemana janji itu setelah Gibran akhirnya benar terpilih menjadi Wakil Presiden? Bisa jadi janji itu tak bakal terwujud karena ternyata ada beda perlakuan antara materi kampanye Presiden dan Wakil Presiden.
Polres Tarakan Gagalkan Pengiriman Pekerja Migran Ilegal ke Malaysia
Bukannya mencari cara merealisasikan janji kampanye itu, lingkar Istana malah sibuk saling lempar tanggung jawab.
Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengkarifikasi bahwa target fantastis tersebut adalah poin kampanye Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, bukan Presiden Prabowo Subianto.
Said Iqbal menilai 19 juta lowongan kerja baru sangat tidak rasional untuk diwujudkan dalam kondisi saat ini. Menurut dia, kuota serapan tenaga kerja sebesar itu baru bisa terealisasi apabila pertumbuhan ekonomi nasional melesat hingga angka 15 persen.
Iqbal bilang bahwa Presiden Prabowo menyadari target yang dipatok tersebut berada di luar batas logika ruang fiskal dan riil.
Said Iqbal memaklumi pada masa kontestasi politik, ada saja lontaran janji yang terkesan bombastis. Dia menganggap hal itu lumrah terjadi sebagai bentuk metafora pemikat pemilih.
“Yang jelas itu adalah program kampanye Gibran, bukan dari Prabowo. Presiden tahu betul bahwa angka 19 juta lapangan kerja itu tidak logis,” kata Said Iqbal.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, hingga Agustus 2025 hanya 4,9 juta remaja usia 15-19 tahun yang mendapat penempatan kerja.
Industri Sawit Komitmen Perkuat Lindungi Perempuan Pekerja
Selebihnya, sekitar 1,5 juta remaja menganggur. Mayoritas mereka adalah pemuda putus sekolah yang tidak mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Beban angkatan kerja usia 15 hingga 19 tahun, terutama soal tingginya angka pengangguran. Selain itu keterbatasan akses pekerjaan layak, upah murah, dan tantangan pendidikan serta keterampilan.
Calon buruh usia belia sering kali menjadi kelompok paling rentan. Mereka yang baru memasuki dunia kerja, sering terjebak dalam pekerjaan informal atau tidak berkualitas.
Desakan ekonomi memaksa mereka menerima pekerjaan tanpa menghitung risiko. Di Nusa Tenggara Timur (NTT) tercatat data kematian pekerja migran yang dikirim secara ilegal mencapai 1.114 orang sepanjang tahun 2017 hingga 2026.
Sebagian besar merupakan korban jaringan perdagangan manusia. Diantara mereka buruh kapal nelayan asing yang bekerja dalam kondisi memprihatinkan.
Pekerja Migran Indonesia, Jalan Panjang Upaya Perlindungan dan Menyiapkan Keterampilan
Penyediaan lapangan pekerjaan di dalam negeri mungkin bisa menekan jumlah mereka yang berangkat menjadi buruh migran ilegal.
Artinya, pelaksanaan janji kampanye tidak bisa disederhanakan menjadi sekadar metafora pemikat calon pemilih. Mewujudkan 19 juta lapangan pekerjaan bisa jadi cara menyelamatkan ribuan pemuda dari mati sia-sia di tanah orang.
