Pontianak Tingkatkan Respons dan Penanganan Krisis Dampak Kemarau

Dampak Kemarau

PONTIANAK, borneoreview.co – Pemerintah Kota Pontianak, Kalimantan Barat menyatakan terus meningkatkan respons dan penanganan krisis terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat akibat dampak kemarau panjang yang melanda dalam beberapa waktu terakhir.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan pihaknya mulai berbenah atas dampak terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari kualitas udara akibat karhutla, intrusi air asin yang memengaruhi ketersediaan air bersih, hingga kesehatan dan harga kebutuhan pokok.

“Dampak kemarau panjang mendorong Pemerintah Kota Pontianak memperkuat penanganan sekaligus melakukan pembenahan di berbagai sektor,” ujarnya usai memimpin rapat koordinasi jajaran Pemkot Pontianak di Kantor Wali Kota, Senin (28/9/2026).

Ia mengatakan kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi bagi jajaran Pemerintah Kota Pontianak untuk memperkuat respons terhadap persoalan yang berkembang di lapangan.

“Persoalan itu terkait kesehatan, pendidikan, air bersih, harga kebutuhan pokok, lingkungan dan kebersihan kota. Semua ini harus kita respons,” jelas dia kembali.

Menurutnya, pemerintah perlu lebih peka melihat perubahan kondisi di lapangan dan mengambil langkah proaktif dalam menangani setiap dinamika yang ada.

“Pola kerja kita harus lebih antisipatif. Jangan menunggu masalah menjadi besar baru bergerak. Respons, peduli, dan tanggap harus terus menjadi cara kita bekerja,” katanya.

Edi meminta seluruh perangkat daerah mempercepat pelaksanaan kegiatan yang telah dianggarkan dalam APBD Perubahan dengan tetap memperhatikan ketentuan administrasi dan akuntabilitas.

“Ini momentum untuk kita berbenah. Pemerintah harus lebih cepat membaca situasi, lebih peduli terhadap dampaknya kepada masyarakat, dan lebih tanggap dalam mengambil tindakan,” tuturnya.

Ia menambahkan, upaya pembenahan tersebut membutuhkan kerja bersama antara perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, dunia usaha, aparat keamanan dan masyarakat. Program Indonesia ASRI juga akan terus digiatkan melalui aksi nyata untuk menjaga kebersihan, lingkungan dan kualitas ruang kota.

“Kita ingin sistem kerja yang lebih siap menghadapi perubahan kondisi ke depan,” kata dia.(Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *