Tambang Timah Ilegal di Tobali Beroperasi di Kawasan Sumber Air Minum

Tambang timah ilegal di sumber air minum.

BANGKA SELATAN, borneoreview.co – Tambang timah ilegal beroperasi di kawasan sumber air bersih Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bahar, Kelurahan Tobali, Kabupaten Bangka Selatan.

Aktivitas tambang ilegal di Kelurahan Tobali semakin menjadi sorotan, karena saat ini warga sedang kesulitan air bersih. Beberapa sumber air mengering akibat kemarau.

Dari tiga sumber air yang melayani wilayah tersebut, hanya SPAM Parit 9 yang masih beroperasi. Sedangkan air dari SPAM Bahar dan Rindik berhenti mengalir.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bangka Selatan menerima laporan adanya aktivitas tambang timah ilegal di kawasan sumber air baku SPAM Bahar.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bangka Selatan kemudian turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Petugas menemukan para penambang yang sedang mencuci pasir mengandung timah di tengah kolam air.

Petugas Satpol PP membongkar beberapa tenda plastik yang digunakan para penambang ilegal untuk berteduh. Mereka juga menyita sejumlah alat menambang timah.

Di beberapa tempat di kawasan sumber air SPAM Bahar petugas menemukan lubang-lubang galian tambang.

PUPR Laporkan Tambang Ilegal

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Bangka Selatan, Lisbeth mengatakan, pihaknya menerima laporan dari Dinas PUPR mengenai dugaan aktivitas tambang ilegal di kawasan sumber air.

Pemeriksaan melibatkan Polsek Toboali, Camat Toboali, Dinas PUPR, Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah, Kepala Bidang Ketertiban Umum, serta Lurah Toboali.

Aparat memastikan kondisi di lapangan, sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat agar menjaga kawasan sumber air baku dari kegiatan yang berpotensi merusak fasilitas publik.

“Kami dapat surat dari PUPR terkait adanya penambangan ilegal di kawasan ini,” kata Lisbeth.

Keberadaan sumber air baku SPAM Bahar seharusnya dijaga agar fungsi kawasan tetap dapat mendukung kebutuhan pelayanan publik.

Lisbeth menegaskan pihaknya memiliki kewenangan menegakkan peraturan daerah. Termasuk menangani aktivitas yang melanggar ketentuan dan berpotensi merusak fasilitas negara.

Masyarakat perlu memahami bahwa kawasan sumber air baku SPAM Bahar bukan lokasi yang boleh untuk kegiatan penambangan timah.

“Ternyata yang melakukan penambangan liar di kawasan di sini. Kami selaku penegakan Perda berhak melakukan penindakan terhadap hal yang merusak fasilitas umum,” ujar Lisbeth.

Tindak Tegas

Lisbeth menyatakan pemerintah daerah akan meningkatkan penindakan apabila aktivitas penambangan timah ilegal masih berlangsung.

Satpol PP akan berkoordinasi dengan Polres Bangka Selatan untuk melakukan penertiban terhadap tambang inkonvensional yang beroperasi di kawasan fasilitas milik pemerintah tersebut.

“Apabila besok dan seterusnya mereka masih melakukan penambangan liar di kawasan fasilitas ini, kami akan bekerja sama dengan Polres Bangka Selatan untuk melakukan penindakan dan penertiban.”

Perlindungan Sumber Air

Penertiban tambang ilegal di kawasan SPAM Bahar menjadi perhatian karena sumber air baku merupakan bagian penting dari sistem penyediaan air minum bagi masyarakat.

Penambangan ilegal berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan dan mengganggu pemanfaatan kawasan. Adanya bekas galian di sekitar lokasi menunjukkan perlunya pengawasan terhadap kegiatan di kawasan tersebut.

Debit air di sumber air baku SPAM Bahar menyusut drastis. Dasar kolam yang sebelumnya tertutup genangan, kini terlihat dari permukaan.

Genangan hanya tersisa di sekitar pipa mesin penyedot air yang masih terpasang di lokasi. Air yang tersisa tidak dapat dokunsumsi karena keruh.

Kondisi sumber air baku itu semakin rusak selama beberapa bulan terakhir. Saat musim kemarau lokasi tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk menambang timah secara tradisional.

Sejumlah lubang bekas aktivitas tambang terlihat menganga di beberapa bagian dasar sumber air. Penambangan ilegal terjadi di lokasi vital pemenuhan kebutuhan dasar warga.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *