El Nino Menguji Negara Menyiapkan Strategi Mitigasi Perubahan Iklim

Ilustrasi negara menghadapi perubahan iklim.

JAKARTA, borneoreview.co – Panas ekstrem dampak fenomena El Nino menyebabkan air surut di sejumlah waduk pembangkit listrik tenaga air. Perlu langkah mitigasi menghadapi perubahan iklim.

Perum Jasa Tirta II, pengelola Waduk Jatiluhur menyiapkan penghentian sementara 1 dari 6 unit PLTA karena debit air berkurang.

BUMN pengelola sumber air tersebut memanfaatkan penghentian oparasional pembangkit listrik untuk melakukan pemeliharaan mekanikal dan elektrikal pada akhir Oktober ini.

Ketinggian air di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung juga turun drastis di beberapa titik, seperti di Desa Bojong Halelang dan perbatasan Cililin–Batu Jajar.

Operator PLTA Waduk Saguling menyatakan pasokan listrik untuk Jawa-Bali masih aman karena 3 dari 4 turbin masih bisa beroperasi.

Berbeda dengan Waduk Koto Panjang, Riau yang terpaksa mematikan 6 unit turbin, akibat ketinggian air berkurang hingga 73,52 MDPL dari batas normal 80,60 MDPL.

Tidak beroperasinya PLTA di Waduk Koto Panjang, memicu potensi pemadaman listrik bergilir di Provinsi Riau.

Pasokan Listrik PLTA

Dampak fenomena El Nino selain menyebabkan kerawanan pangan juga memicu krisis listrik. Kekeringan mengganggu produksi pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Penyedia jasa riset pasar, Business Monitor International (BMI) menyebut Afrika bagian selatan menjadi kawasan paling berisiko kekurangan pasokan listrik dampak El Nino.

Pada periode El Nino sebelumnya, kapasitas PLTA di Afrika bagian selatan yang terpapar kekeringan intensitas tinggi, meningkat rata-rata 19 poin. Disusul Meksiko dan Amerika Tengah sebesar 12 poin.

Di Asia Tenggara, Filipina, Thailand, dan Malaysia juga menghadapi peningkatan risiko kekeringan terhadap kapasitas PLTA.

Indonesia turut menghadapi risiko serupa, meskipun ketergantungannya terhadap pembangkit listrik tenaga air relatif lebih rendah.

Menurut data International Renewable Energy Agency (IRENA), Indonesia berada di posisi ketiga jumlah kapasitas PLTA terpasang sebesar 7,59 GW.

Vietnam memiliki kapasitas PLTA terpasang terbesar di Asia Tenggara, mencapai 24,68 gigawatt (GW). Diikuti Laos dengan kapasitas PLTA terpasang sebesar 10,36 GW.

Sebagai perbandingan, kapasitas PLTA Zambia mencapai 3,17 GW; Mozambik 2,19 GW; dan Zimbabwe 1,08 GW.

Meski kapasitas PLTA di sejumlah negara Asia Tenggara lebih besar, Afrika bagian selatan menghadapi risiko gangguan listrik yang lebih tinggi akibat besarnya ketergantungan pada tenaga air.

Menurut BMI, sekitar 87 persen listrik Zambia dan 60 persen listrik Zimbabwe berasal dari PLTA. Pada episode El Nino sebelumnya, paparan kapasitas PLTA terhadap kekeringan meningkat masing-masing sebesar 29 dan 27 poin.

Sebaliknya, kontribusi PLTA terhadap pembangkitan listrik Indonesia, Thailand, Filipina, dan Malaysia berada di bawah 20 persen.

Risiko Bencana

Ancaman El Nino tidak hanya berupa kekeringan. Business Monitor International (BMI) memperkirakan Asia Tenggara dan Afrika bagian selatan menghadapi peningkatan paparan suhu panas ekstrem paling besar.

Dalam episode El Nino kuat pada 2015-2016 dan 2023-2024, jumlah penduduk Asia Tenggara yang terpapar suhu di atas 35 derajat celsius meningkat 20 juta orang.

Thailand menjadi salah satu negara paling rentan. Pada puncak El Nino kuat sebelumnya, sekitar 80 persen penduduk Thailand terpapar suhu panas intensitas tinggi pada April, hampir dua kali lipat dari kondisi normal pada bulan tersebut.

Dampaknya juga terlihat pada konsumsi energi. Pada periode El Nino 2023-2024, permintaan listrik puncak di Thailand mencapai rekor 36.699 MW.

Suhu ekstrem juga berisiko menurunkan produktivitas pekerja di sektor pertanian dan konstruksi.

Peningkatan risiko banjir akibat El Nino secara global lebih terbatas dan bervariasi. Sebagian besar Asia Tenggara secara historis cenderung mengalami penurunan bencana banjir saat El Nino kuat.

Philippine Atmospheric, Geophysical and Astronomical Services Administration (PAGASA) menunjukkan defisit curah hujan di sejumlah wilayah Asia Tenggara sepanjang Juli-September 2026.

Kondisi ini menunjukkan bahwa beberapa wilayah telah mengalami curah hujan di bawah normal. Meskipun tidak secara langsung membuktikan terjadinya kekeringan akibat El Nino.

Meski demikian, risiko bencana secara keseluruhan tetap menjadi perhatian. BMI mengidentifikasi Kamboja dan Laos sebagai negara dengan peningkatan paparan bencana tinggi.

Dampak ekonomi El Nino tidak hanya ditentukan oleh seberapa ekstrem kondisi cuaca. Tetapi juga kemampuan suatu negara dalam melindungi masyarakat, infrastruktur, serta aktivitas ekonominya.

Ketahanan Iklim

Ancaman El Nino menunjukkan bahwa perubahan iklim bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga berkaitan langsung dengan ketahanan pangan, energi, dan stabilitas ekonomi.

Dalam perspektif keberlanjutan, risiko tersebut perlu ditangani melalui pendekatan adaptasi iklim yang terintegrasi.

Di sektor pangan, penguatan sistem irigasi hemat air, keberagaman sumber pasokan, serta pengelolaan cadangan komoditas, dapat membantu mengurangi kerentanan terhadap gangguan produksi.

Sementara pada sektor energi, memanfatkan sumber listrik yang beragam, pengelolaan waduk berbasis proyeksi iklim, serta peningkatan kapasitas penyimpanan energi, menjadi penting untuk mengurangi ketergantungan pada kondisi curah hujan.

Perhatian perlu diberikan, terutama terhadap perlindungan petani, pekerja luar ruangan, dan rumah tangga miskin yang rentan terhadap kenaikan harga pangan serta suhu ekstrem.

Dalam jangka panjang, Business Monitor International (BMI) memperingatkan perubahan iklim akan memperburuk dampak El Nino.

Tingkat risiko kekeringan dan suhu panas akan terus meningkat. Sehingga keberhasilan pembangunan berkelanjutan tidak cukup dengan kemampuan menurunkan emisi, tetapi juga kesiapan menghadapi risiko iklim.

Bagi Indonesia, tantangannya adalah memastikan bahwa sistem pangan, pasokan listrik, dan infrastruktur ekonomi tetap mampu berfungsi ketika kondisi iklim semakin tidak menentu.***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *