PT Merdeka Copper Gold Raup Laba Bersih Penjualan Emas & Nikel Rp 1,83 triliun

Lokasi tambang PT Merdeka Copper Gold.

JAKARTA, borneoreview.co – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) membukukan laba bersih penjualan emas dan nikel sebesar US$ 102 juta atau sekitar Rp 1,83 triliun pada semester I tahun 2026. Bangkit dari kerugian.

Laba bersih itu menjadi capaian positif setelah perusahaan rugi US$ 16 juta pada periode yang sama tahun lalu. Keuntungan itu didorong lonjakan produksi bisnis nikel dan emas.

Pendapatan PT Merdeka Copper Gold melonjak 64 persen secara tahunan menjadi US$ 1,40 miliar dari sebelumnya US$ 855 juta. Sementara itu laba kotor perusahaan naik 191 persen mencapai US$ 512 juta.

PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), anak usaha PT Merdeka Copper Gold menyumbang laba terbesar setelah mencatatkan kenaikan keuntungan bersih 830 persen menjadi US$ 54 juta. Volume produksi biji nikel MBMA tumbuh 121 persen menjadi 15,2 juta wet metric tonnes (wmt), dengan penjualan naik 60 persen menjadi 12,4 juta wmt.

Pada sektor pengolahan, produksi Nickel Pig Iron (NPI) naik 20 persen. Sedangkan produksi High-Grade Nickel Matte (HGNM) meningkat lebih dari dua kali lipat.

“Kinerja semester I tahun 2026 mencerminkan penguatan eksekusi di seluruh operasi nikel terintegrasi MBMA. Peningkatan volume penambangan dan kinerja pengolahan yang lebih baik telah mendorong peningkatan laba secara signifikan,” kata Presiden Direktur PT Merdeka Battery Materials Tbk, Teddy Oetomo.

Menurut Teddy Oetomo, perusahaan akan menjaga momentum ini melalui disiplin operasional, peningkatan efisiensi secara berkelanjutan, serta eksekusi proyek-proyek pertumbuhan. Langkah itu semakin memperkuat posisi MBMA dalam rantai nilai nikel dan material baterai.

Pada lini bisnis emas, total produksi Grup Merdeka naik 32 persen secara tahunan menjadi 66.814 ounce. Tambang Emas Tujuh Bukit menyumbang 49.402 ounce, sementara Tambang Emas Pani yang baru beroperasi tahun ini berkontribusi sebesar 17.412 ounce.

Total penjualan emas naik 3 persen menjadi 61.561 ounce. “Kinerja semester I 2026 mencerminkan penguatan profitabilitas di seluruh portofolio operasi Merdeka. Didukung oleh peningkatan kinerja bisnis nikel dan emas.

Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk, Albert Saputro mengatakan, produksi emas masih menjalani fase peningkatan produksi. Dia memperkirakan hasil lebih besar pada semester kedua tahun ini.

PT Merdeka Copper Gold Tbk saat ini tengah mengeksekusi proyek Tembaga Tujuh Bukit yang masuk tahap studi kelayakan.

Selain itu proyek Carbon-in-Leach di Tambang Emas Pani, serta proyek High Pressure Acid Leach (HPAL) melalui PT Sulawesi Nickel Cobalt akan beroperasi pada semester II tahun 2026.

“Kami tetap fokus pada eksekusi yang disiplin, efisiensi operasional, serta kemajuan proyek-proyek pertumbuhan utama grup untuk memperkuat penciptaan nilai jangka panjang,” kata Albert Saputro.***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *