MELAWI, borneoreview.co – Upaya Pemerintah Kabupaten Melawi memperkuat pencegahan dan percepatan penurunan stunting mendapat apresiasi melalui penghargaan Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025.
Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Melawi menerima penghargaan dengan klasifikasi Sedang dalam penilaian pelaksanaan aksi konvergensi tersebut, Kamis (3/9/2026).
Penghargaan diterima TPPS Kabupaten Melawi dengan didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Melawi, Drs. Paulus. Capaian ini menjadi bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan berbagai program yang dilakukan pemerintah daerah bersama perangkat daerah dan pemangku kepentingan dalam mendukung percepatan penurunan stunting.
Sekda Melawi Drs. Paulus menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan tersebut menunjukkan adanya kerja bersama dalam menjalankan agenda penanganan stunting di daerah.
Meski demikian, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak menjadi alasan bagi seluruh pihak untuk berhenti melakukan pembenahan.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus meningkatkan upaya pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Melawi. Ini merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah dan pihak-pihak yang selama ini telah berkontribusi,” ujar Paulus.
Ia menegaskan, penanganan stunting membutuhkan keterlibatan lintas sektor. Program yang dijalankan oleh masing-masing perangkat daerah perlu terhubung dan saling mendukung sehingga intervensi dapat diberikan secara terpadu kepada masyarakat yang menjadi sasaran.
Paulus menilai keberhasilan penanganan stunting tidak cukup hanya diukur dari jumlah program maupun kegiatan yang telah dilaksanakan. Hal yang lebih penting adalah memastikan intervensi tersebut benar-benar memberikan manfaat dan dampak bagi masyarakat.
Karena itu, evaluasi secara berkala diperlukan untuk melihat efektivitas program sekaligus mengidentifikasi berbagai aspek yang masih perlu diperbaiki.
“Masih ada hal-hal yang harus kita perbaiki dan tingkatkan. Koordinasi lintas sektor harus terus diperkuat, begitu juga dengan ketepatan sasaran intervensi. Jangan sampai program yang kita jalankan tidak memberikan dampak sebagaimana yang diharapkan,” katanya.
Menurutnya, penguatan pencegahan stunting juga harus dilakukan hingga tingkat kecamatan dan desa. Pemerintah desa, kader, tenaga kesehatan dan masyarakat menjadi bagian penting karena pencegahan dapat dilakukan sejak dini melalui pemantauan kesehatan serta tumbuh kembang anak.
“Penanganan stunting bukan pekerjaan satu organisasi atau satu perangkat daerah saja. Dibutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader hingga masyarakat. Semua harus memiliki komitmen yang sama,” ungkapnya.
Paulus berharap penghargaan tersebut menjadi pemacu bagi TPPS Kabupaten Melawi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Aksi Konvergensi pada tahun berikutnya.
Klasifikasi Sedang yang diperoleh, lanjut dia, harus ditempatkan sebagai pijakan untuk melakukan evaluasi dan pembenahan agar kinerja program dapat terus meningkat.
“Kita tentu berharap ke depan capaian ini bisa terus meningkat. Yang paling penting bukan penghargaan semata, tetapi bagaimana angka stunting di Kabupaten Melawi dapat terus ditekan dan kualitas kesehatan serta tumbuh kembang anak semakin baik,” tegasnya.
Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting merupakan pendekatan yang mendorong keterpaduan program dan kegiatan dari berbagai sektor. Intervensi spesifik maupun sensitif perlu dirancang dan dilaksanakan secara terkoordinasi agar mampu menjangkau kelompok sasaran secara lebih efektif.
Di Kabupaten Melawi, pelaksanaan agenda tersebut melibatkan berbagai perangkat daerah dan pemangku kepentingan sesuai tugas serta kewenangan masing-masing. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan upaya pencegahan dan penanganan stunting tidak berjalan secara terpisah.
Ke depan, peningkatan kualitas perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi menjadi perhatian agar program dapat dilaksanakan secara lebih terarah. Ketepatan sasaran juga perlu diperkuat sehingga sumber daya yang tersedia dapat memberikan manfaat maksimal.
Selain itu, penguatan peran pemerintah desa dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan program. Edukasi mengenai pemenuhan gizi, pola hidup sehat, kesehatan ibu dan anak serta pemantauan tumbuh kembang anak perlu terus dilakukan.
Penghargaan yang diterima TPPS Kabupaten Melawi pada akhirnya bukan hanya menjadi capaian, tetapi juga menjadi pengingat bahwa upaya menekan stunting membutuhkan kerja berkelanjutan.
Dengan koordinasi yang semakin kuat, intervensi yang tepat sasaran dan keterlibatan masyarakat hingga tingkat desa, Pemkab Melawi berharap upaya meningkatkan kesehatan serta kualitas tumbuh kembang anak dapat terus berjalan secara konsisten.***
