PT Bayan Resource Ajukan Force Majeure, Ganggu Pasokan Batu Bara Global

Lokasi tambang PT Bayan Resource.

JAKARTA, borneoreview.co – Perusahaan batu bara Indonesia, PT Bayan Resource menyatakan “force majeure” atas kewajiban memenuhi kebutuhan bahan baku kepada pelanggan.

PT Bayan Resource berada dalam kondisi -terancam- gagal memenuhi kewajiban memasok batu bara karena pemerintah belum mengabulkan revisi penambahan kuota pertambangan tahun 2026. Permohonan revisi diajukan oleh unit usaha PT Tiwa Abadi, PT Tanur Jaya, dan PT Fajar Sakti Prima.

Persetujuan revisi kuota itu diperlukan agar PT Bayan Resouce beserta unit usahanya dapat melanjutkan kegiatan produksi. Kondisi ini memengaruhi kemampuan perusahaan serta anak-anak perusahaannya dalam memenuhi kewajiban kepada pelanggan.

Volume Produksi Turun, PNBP Batu Bara Malah Naik

PT Bayan Resource berharap pengumuman “force majeure” dapat meminimalisir risiko atau konsekuensi hukum yang berpotensi berdampak pada perseroan dan anak usahanya.

Sepanjang tahun 2025 PT Bayan Resource mencatatkan volume produksi 68 juta ton batu bara, naik dari 56,9 juta ton pada tahun 2024.

PT Bayan Resource kemudian mengajukan penambahan kuota produksi tahun 2026, sebanyak 30 hingga 76 juta ton batu bara. Besaran produksi itu sangat bergantung pada persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dari pemerintah.

Kondisi keuangan PT Bayan Resource pada semester pertama tahun 2026 mencatatkan hasil positif. Perusahaan milik Low Tuck Kwong ini berhasil meraup untung sebesar US$ 1,74 miliar.

Harga Batu Bara Naik, Akibat Kekeringan di Sungai Kapuas dan Mahakam?

Sebanyak US$ 1,73 miliar diperoleh dari pertambangan batu bara dan US$ 9,65 juta dari bisnis non-batu bara.

Sebagian besar batu bara PT Bayan Resource diekspor ke kawasan Asia Timur, Asia Tenggara, dan Asia Selatan. Nilai pasokan untuk pasar domestik mencapai US$ 263 juta.

Nilai pasokan PT Bayan ke China, Jepang, Korea dan Taiwan mencapai US$ 666 juta. Sedangkan ke Asia Tenggara, juga India, Pakisatan, serta Bangladesh, masing-masing sebesar US$ 616 dan US$ 193.

Pengumuman “force majeure” ini berpotensi mengganggu rantai pasok batu bara global. Sebab PT Bayan Sesource adalah salah satu eksportir batu bara terbesar Indonesia.

3 thoughts on “PT Bayan Resource Ajukan Force Majeure, Ganggu Pasokan Batu Bara Global”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *